PSG UNEJ Gelar Workshop dan Rilis Layanan Aduan Kekerasan Terhadap Perempuan

Berita Baru Jatim, Jember — Dalam rangka menyikapi fenomena pandemi Covid 19, Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Jember (UNEJ) menyelenggarakan Workshop dengan tema “Pengetahuan Perempuan dalam Menghadapi Pandemik Covid 19: Hambatan, Peluang dan Tantangan” pada Rabu, 6 Mei 2020 via Zoom.

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Dr Maria Ulfah Anshor, Komisioner Komnas Perempuan, Rosita Inrayati, Akademisi FH UNEJ, Eri Andriani dari STAPA Center, dan Deditiani Tri Indrianti Akademisi FKIP UNEJ.

Maria Ulfah menyebutkan bahwa data dari LBH APIK Jakarta menyatakan jumlah pengaduan sudah meningkat 3 kali lipat dari biasanya sejak diberlakukannya kebijakan kerja dari rumah.

“Dalam 2 minggu terakhir, laporan dari J-PAL SEA menyebutkan peningkatan jumlah pengangguran di berbagai wilayah, yakni 55% laki-laki dan 57% perempuan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan terkait dengan kerawanan pangan, 36% rumahtangga melaporkan makan lebih sedikit dari biasanya. Sementara itu program pemerintah hanya bisa diakses 20% untuk laki-laki dan 16 % untuk perempuan. Demikian pula dengan akses Kesehatan, hanya 27% yang bisa diakses laki-laki dan 21% oleh perempuan.

Berita Terkait :  KOPRI Mojokerto Siap Kawal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang Terjadi di PT. Bondvast Indo Sukses

Maria Ulfah menegaskan, dampak Covid 19 ini dirasakan oleh semua orang, namun dampak yang dirasakan oleh perempuan jauh lebih parah mengingat perempuan memiliki banyak peran, baik sebagai pencari nafkah, mengurus keluarga, pengasuhan anggota keluarga yang sakit, membantu belajar anak, dll.

“Oleh karena itu perlu komitmen pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain untuk menjamin hak konstitusional perempuan. Lebih lanjut, pemerintah wajib memfasilitasi dengan sarana dan prasarana dalam rangka pemenuhan hak tersebut” demikian ditegaskan oleh Maria Ulfah.

Eri Andriani, melihat dari sisi yang berbeda, bahwa peran perempuan dalam masa pandemik ini memiliki kontribusi yang luar biasa. Kepedulian dan semangat solidaritas mampu mengalahkan sekat-sekat yang ada, dan membuat perempuan memiliki kekuatan untuk saling membantu meringankan beban baik secara materiil maupun non materiil. 

Selain Workshop, PSG pada hari ini juga merilis layanan aduan kasus kekerasan terhadap perempuan. Layanan ini bisa diakses oleh civitas akademika dan seluruh masyarakat.

“Kami memanfaatkan sumberdaya di UNEJ yang sudah memiliki Unit Medical Center (UMC) untuk menyediakan layanan medis bagi korban kekerasan. Sedangkan layanan advokasi hukum, kami bekerjasama dengan BPBH UNEJ, sedangkan untuk layanan rehabilitasi sosial berupa konseling, kami akan bekerjasama dengan Himpsi Jember”, kata Ketua PSG UNEJ, Linda Dwi Eriyanti.

Berita Terkait :  Peringati IWD, Berita Baru Angkat Peran Perempuan Papua

PSG UNEJ CARE ini sebagai bentuk kepedulian Universitas Jember dalam membangun keadilan gender, mencegah serta menangani kasus kekerasan, untuk mengkontruksi tradisi tanpa kekerasan di masyarakat.

“Harapannya, mewujudkan UNEJ bukan hanya sebagai sentra pendidikan yang membangun kognisi mahasiswa, tetapi juga memiliki komitmen terhadap kemanusiaan,” harap Linda Dwi Ariyanti, yang merupakan dosen Fisip Unej itu.

Facebook Comments Box
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini