PW IPNU Jatim Lakukan Survei Efektivitas Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

Berita Baru Jatim, Surabaya – Student Research Center (SRC) PW IPNU Jawa Timur telah melaksanakan survei mengenai pengetahuan dan persepsi pelajar Jawa Timur tentang dampak Covid-19. Wilayah survei meliputi sekolah SMP-SMA/sederajat se-Jawa Timur.

“Pengambilan data dilakukan pada 28 Maret hingga 11 April 2020 dengan menggunakan multistage random sampling dengan jumlah responden 480 pelajar dan margin of error 5%,” terangnya, Rabu (15/4/2020) melalui akun Twitter resminya @pwipnujawatimur.

Hasilnya, menunjukkan 49,38% pelajar di Jawa Timur paham apa yang dimaksud dengan Covid-19. Selebihnya ada yang (sangat paham), (sedikit paham), dan 1,46% (tidak paham sama sekali).

Pelajar di Jawa Timur memperoleh sebagian besar informasi tentang Covid-19 dari media sosial. Sisanya, mendapatkan informasi dari Sekolah, TV, Radio, Portal Berita Online, dan Koran.

Menurut pelajar di Jawa Timur, langkah-langkah pencegahan infeksi Covid-19 juga perlu dilakukan oleh anak muda (seusia para pelajar). Maka penting kiranya untuk mengetahui gejala utama, penanganan, dan istilah yang ada dalam Covid-19.

Mereka tahu bahwa, pertama antibodi adalah senjata alami yang ada di tubuh untuk melawan virus termasuk Covid-19. Tentu dibarengi dengan jaga kebersihan: cuci tangan, masker, dsb. Kedua Gejala psikosomatis akibat melihat/membaca berita Covid-19 bisa dikurangi dengan melakukan hal yang menyenangkan.

Berita Terkait :  Rayakan Kelulusan, Tagar #LulusJalurCorona Puncaki Trending di Twitter

Sikap pelajar Jawa Timur tentang penanganan/pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah. 92,71% pelajar di Jawa Timur setuju jika pemerintah membatasi akses untuk bepergian ke tempat keramaian selama masa pandemi Covid-19.

Ternyata 81,46% dari pelajar tidak setuju bila belajar #dirumahaja itu lebih menyenangkan dari pada di sekolah. Bertatap muka secara langsung dengan guru menurut mereka lebih efektif. 88,75% menyatakan setuju bahwa belajar di rumah terlalu lama membuat bosan dan stres.

Fasilitas media pembelajaran daring ditengah Covid-19 yang diterima oleh Pelajar di Jawa Timur, 66% pelajar mengalami sikap pembelajaran oleh Guru yang hanya memberi tugas lalu dikumpulkan secara online. Sebaliknya hanya 5% pelajar yang mengalami proses penjelasan materi oleh guru.

77% pelajar di Jawa Timur setuju bila Kemendikbud RI melakukan pembatalan UN 2020 ditengah wabah Covid-19 dengan alasan keselamatan. Pembelajaran yang ideal untuk saat ini: Pertama SCL, Kedua Diskusi Online dan yang ketiga Kuis dengan pembelajaran bisa melalui aplikasi belajar online ataupun video streaming. [*]

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini