Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Rayon Kawah Chondrodimuko Gelar SIG VI

Rayon Kawah Chondrodimuko Gelar SIG VI

Berita Baru, Malang – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Rayon Kawah Chondrodimuko kembali menyelenggarakan Sekolah Islam Gender (SIG) yang ke-6 dengan mengusung tema “Manifestasi Gender Equality dalam Diri Kader PMII untuk Menghadapi Tantangan Digitalisasi” di Gedung Kesekretariatan PC PMII Kota Malang.

Opening dan Stadium General sukses dilaksanakan pada hari pertama SIG VI KOPRI Rayon Kawah Chondrodimuko pada, Jumat (18/2/2022). Pembekalan materi diberikan dua hari ke depan pada Sabtu dan Minggu, dengan mengoptimalkan tujuh materi tentang gender dari berbagai perspektif. Materi-materi tersebut akan disampaikan oleh para pemateri yang ekspert dalam bidangnya dan memiliki reputasi berkualitas.

SIG (Sekolah Islam Gender) merupakan jenjang pengkaderan formal KOPRI pertama dalam tataran rayon. Diikuti oleh lebih dari seratus peserta dengan metode hybrid, 50% kuota peserta offline dan sisanya online memperhatikan kebijakan pandemi, sekolah ini yang diperuntukan untuk semua kader PMII baik putra maupun putri setelah mengikuti pengkaderan MAPABA baik internal maupun eksternal rayon.

Rayon Kawah Chondrodimuko Gelar SIG VI

Ketua PMII Rayon Kawah Chondrodimuko, Sahabat Ata Fauzi Azizi dalam opening speech-nya mengatakan, keadilan gender tidak hanya fokus pada perempuan saja, namun juga laki-laki. Ia menilai, pengetahuan tentang gender penting dipahami oleh semua kader “Sehingga hal ini sangat penting dipahami oleh semua kader,” kata pria yang akrab disapa Ata.

Hal tersebut juga senada dengan yang dikatakan Mandataris Ketua PMII Komisariat Sunan Ampel Malang Sahabat M. Saharul Adha Alfani saat membuka acara. Baginya kehidupan ini selalu beriringan antara laki-laki dan perempuan, dengan memegang peran dan tanggungjawab masing-masing. Ia menegaskan bahwa gender tidak hanya membahas tentang perempuan namun juga laki-laki. “Karena hakikatnya ini tentang kemanusiaan,” katanya.

Dia melihat ke depan antara laki-laki dan perempuan harus bisa berjalan beriringan, bersinergi, dan berkolaborasi dengan baik. “Sehingga memperkuat makna SIG yang menanamkan dasar konsep gender dengan berbagai perspektif yang sangat diperlukan dalam kehidupan, utamanya bagi pemegang peran organisasi.”

Pemilihan tema “Manifestasi Gender Equality dalam Diri Kader PMII untuk Menghadapi Tantangan Digitalisasi” dikupas tuntas pada Stadium General yang disampaikan Ketua KOPRI PMII Rayon “ Kawah Chondrodimuko, Nisvi Sabbriani.

“Dalam era digital ini harus ada kemampuan dan pemahaman isu-isu media. Semua informasi bisa di up di media, semua bebas memperoleh informasi apapun. Maka isu-isu gender yang seringkali muncul di media itu bisa kita olah terlebih dahulu,” jelasnya ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan moderator.

Era digital saat ini memang harus disikapi dengan bijak. Seorang organisatoris, ia melanjutkan, harus bisa menjadi penggerak dan volunter yang baik dengan kemampuan mengkampanyekan hal-hal baik di media. Terutama kader PMII yang harus mampu mengamalkan nilai-nilai dasar pergerakan dengan asas ahlu sunnah wal jama’ah an nahdliyah diberbagai lini kehidupan.

Telah diketahui bersama bahwa isu-isu gender dan seksisme yang telah dikonstruk masyarakat patriarki masih membudaya hingga saat ini. Dan pembahasan mengenai gender yang dianggap tabu semakin melestarikan budaya patriarki tersebut, sekaligus melemahkan argumen equality gender.

Dengan mengikuti SIG ini diharapkan peserta mampu memanifestasikan pemahamannya mengenai konsep gender dari berbagai perspektif, melek digital, dan responsif isu-isu gender di lingkungannya, dan utamanya dalam media. Kemudian manifestasi tersebut diaktualisasikan dengan meminimalisir penyebaran isu-isu miring tentang gender dan menyuarakan equality gender dengan baik. [Azida Nur Rohmah]

beras