Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Sepuluh Bulan 100 Kasus ODHA di Bojonegoro
Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes Bojonegoro Wheny Dyah Prajanti. (Dok.Foto: Beritabaru.co/Jk)

Sepuluh Bulan 100 Kasus ODHA di Bojonegoro

Berita Baru Jatim, Bojonegoro – Sebanyak 100 kasus baru Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) ditemukan di Bojonegoro, Jawa Timur hingga Oktober 2021. Tiga penderita ODHA lainnya meninggal dunia karena penyakit menular tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes Bojonegoro Wheny Dyah Prajanti mengatakan, semakin banyak jumlah penduduk risiko penularan HIV juga tinggi karena adanya mobiltas masyarakat.

“Selama Januari hingga Oktober 2021 ini ada sebanyak 100 kasus baru HIV-AIDS tiga di antaranya meninggal dunia,” katanya, Kamis (2/12/2021).

Dia mengatakan, jumlah itu didominasi laki-laki yakni sebanyak 53 ODHA sisanya perempuan. Di Bojonegoro sendiri ada lima besar kecamatan yang memiliki penderita HIV-AIDS tertinggi di antaranya Bojonegoro, Dander, Kapas Ngasem, dan Trucuk.

Namun, jika dihitung semenjak 2002 hingga Oktober 2021 ini jumlah penderita sebanyak 1.610 kasus HIV-AIDS. Sementara, lanjut dia, ada 256 penderita yang tercatat meninggal dunia.

Sebab, penderita HIV-AIDS banyak yang tidak diketahui sehingga belum bisa tercatat keseluruhan. Kini, fasilitas kesehatan (faskes) Bojonegoro seperti Pukesmas siap memberikan layanan kepada ODHA.

“Ya kemungkinan takut saat menderita HIV-AIDS masyarakat akan mengucilkan dan memberikan stigma negatif,” jelasnya.

Dia menjelaskan, rata-rata 90 persen penularan HIV-AIDS ini dari hubungan seksual bebas dan dari ibu ke anak serta narkoba. Karena itu, setia terhadap pasangan sangat penting agar jauh dari penyakit HIV-AIDS ini.

“Memakai kondom saat berhubungan bagi yang bersuami dan jangan berganti-ganti pasangan,” kata Wheny.

Masyarakat, kata dia, jangan sampai menstigma negatif penderita HIV-AIDS bahkan mengucilkan atau menjauhi. Karena, yang dijauhi itu penyakitnya bukan orangnya.

“Karena penderita penyakit ini harus kita bantu dan diobati. Yakni dengan meminum obat ARV yang harus diminum rutin,” tambahnya. [Jk]

beras