Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Soal Isu Kekerasan Seksual, Ketua PSG Unej: Kami Sangat Menyayangkan Kejadian Tersebut
Ilustrasi kekerasan seksual. Doc. Marisa Kuhlewein (QUT) and Rachel Octaviani (UPH)

Soal Isu Kekerasan Seksual, Ketua PSG Unej: Kami Sangat Menyayangkan Kejadian Tersebut

beras

Berita Baru, Jember – Isu kekerasan seksual yang dilakukan oknum dengan inisial ARR ramai diperbincangkan di sosial media sejak pertama kali disebar pada, Jumat (24/12) melalui akun Instagram @kriwulracer.

AR merupakan mahasiswa Universitas Jember (Unej) asal Jombang Jawa Timur. Per hari ini, kabar tersebut masih ditelusuri, sebab terduga pelaku masih tidak bisa dihubungi.

Ketua Pusat Studi Gender Universitas Jember (PSG Unej), Linda Dwi Eriyanti menyayangkan ada kejadian tersebut. Ia sekaligus mengapresiasi korban yang telah berani mengungkap hal tersebut sebagai upaya agar tidak ada korban berikutnya.

“PSG Unej saat ini sedang memproses pelaporan korban, dengan mengacu kepada Permendikbudristek 30, mengingat di Unej belum terbentuk satgas seperti yang diamanatkan dalam aturan di pasal tersebut,” tuturnya via WhatsApp, Selasa (28/12).

Linda menambahkan, bahwa mekanisme atau langkah-langkah yang pihaknya lakukan setelah ada pelaporan adalah mencari saksi, bukti dan lain-lain. Jika dirasa cukup, PSG Unej akan mengundang terduga pelaku untuk proses berikutnya. Selanjutnya kami memberikan rekomendasi ke Rektor, mengenai sanksi jika pelaku terbukti bersalah.

“Sambil proses berjalan, kami menawarkan kepada korban, jika membutuhkan bantuan psikolog atau lainnya. Juga akan selalu memberi kabar kepada korban atas proses yang berjalan,” tambahnya.

Linda mengajak semua kalangan di Universitas Jember untuk saling bersinergi melaporkan kejadian serupa agar segera ditangani.

“Kami berharap semua pihak peduli dengan kejadian ini. Mohon siapapun mengetahui, ataupun mendengar informasi penting terkait kasus ini untuk menyampaikan kepada kami. Kerahasiaan saksi akan kami jamin, bahkan tidak akan disebut identitasnya dalam rekomendasi yang akan kami buat,” pungkasnya.

beras