Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Tak Terdampak Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi: Penjualan Meningkat, Ketersediaan Daging Terbatas
Ilustrasi Pedagang Daging Sapi.

Tak Terdampak Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi: Penjualan Meningkat, Ketersediaan Daging Terbatas

Berita Baru, Surabaya – Penjualan daging sapi di sejumlah pasar Surabaya tidak terdampak wabah PMK di 4 daerah di Jatim. Penjualan justru meningkat tapi ketersediaan daging sapi yang terbatas.

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Pucang Surabaya Bu Eko mengatakan itu. Penjualan daging sapi di lapaknya justru meningkat, tidak terdampak wabah PMK.

“Ndak terdampak, di sini kalau enggak sehat dibakar. Enggak dijual. Penjualan malah naik sekarang,” kata Bu Eko, Rabu (11/5/2022).

Sebaliknya, meski permintaan daging meningkat justru ketersediaan dagingnya yang langka. Itulah yang mengakibatkan harga daging sapi di lapaknya masih mahal.

“Normal penjualannya, harganya yang enggak normal. Masih Rp 120 ribu. Sejak sebelum Lebaran segitu. Barangnya langka enggak kayak dulu. Jualnya cuman sedikit,” ujarnya.

Hal yang sama dialami penjual daging sapi di Pasar Wonokromo Surabaya Siti Rohima. Menurutnya, wabah PMK sama sekali tak berdampak pada penjualan. Dia justru protes harga daging sapi yang tak kunjung turun.

“Enggak ada efek sama penjualan, wabah (PMK) itu. Yang protes soal harga aja. Soalnya orang menawar itu Rp 110 ribu, jualnya saja Rp 130 ribu,” ujarnya.

Siti justru berharap tersedia daging dari sapi impor yang masuk. Ia juga meminta agar harga daging sapi tidak lagi mahal, tak seperti sapi impor yang jauh lebih murah.

“Percuma dikontrol kalau enggak turun (harga). Sapi di Jakarta Rp 160 ribu laku, di Jateng Rp 140 ribu laku. Di sini kalau segitu orang lari ke ayam. Harapannya sapi impor masuk Indonesia. Dagingnya aja yang masuk. Dulu waktu masih ada sapi impor masuk Indonesia harga daging murah,” ujarnya.

beras