Transisi New Normal, PP Amanatul Ummah Gelar Istighosah dan Doa Bersama

Istighosah dan Doa Bersama PP Amanatul Ummah bersama seluruh Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia dan Pengurus Ta’mir Kabupaten Mojokerto (Foto: Beritabaru.co/ Ahmad Rofi)

Berita Baru Jatim, Mojokerto — Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah bersama seluruh Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia dan Pengurus Ta’mir Kabupaten Mojokerto mengadakan Istighosah dan Doa Bersama di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pacet, Mojokerto, pada Sabtu (13/06).

Istighosah dan Doa Bersama yang dipimpin langsung Kiai Asep Saifuddin Chalim ini mengusung tema “Memutus Mata Rantai Covid-19”, beliau menjelaskan mengenai mulianya seorang Ta’mir Masjid.

“Para ta’mir masjid merupakan mukminin dan mukhlisin (orang orang yang mukmin dan ikhlas) sehingga dua hal tersebut adalah syarat di kabulkannya doa, sehingga corona hilang, dan kita bisa hidup normal, apalagi sekarang ini berada pada masa transisi new normal life atau kehidupan normal yang baru. Mudah-mudahan apa hajat kita semua dikabulkan dan corona segera hilang” ungkap salah satu putra pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Abdul Chalim ini.

Ketua Yayasan Ammanatul Ummah Muhammad Al-Barra dalam sambutanya menyampaikan kegiatan yang akan berlangsung du hari ini dengan segala upaya dhohir dan bathin kami lakukan bertujuan memutus mata rantai Covid-19, demikian tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Berita Terkait :  Menteri Agama Angkat Habib Luthfi Jadi Penasehat

“Iya. Kegiatan istighosah ini, kami bermunajat agar Covid-19 ini segera lenyap dari bumi kita ini, di tengah pandemi ini Kami juga tetap memberlakukan protokol kesehatan di tengah new normal life ini , setiap jamaah diwajibkan memakai masker, cuci tangan, dan tetap berjaga jarak satu meter antar jamaah ” ungkap putra bungsu kiai Asep ini.

Setelah Halal Bihalal ini dilakukan mengharapkan, “saya berharap agar silaturahmi dengan Pengurus Masjid Kabupaten Mojokerto ini tetap terjalin dan penyebaran Virus Covid-19 ini segera lenyap dari Bumi, agar kita semua bisa melakukan kehidupan baru,”tuturnya.

Ketua Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia(PD DMI) sekaligus ketua panitia Nur Rakhmad, menyampaikan kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai hari ini Sabtu (13/6) hingga Minggu (14/6). Agenda tersebut dihadiri sekitar 1100 peserta yang dibagi beberapa sesi. Sesi pertama pukul 09:00-10:30 WIB sesi Kedua 14:00-16:30 WIB dilanjutkan pada hari Minggu dengan waktu yang sama dan setiap sesi yang hadir sekitar 427 Pengurus Ta’mir Masjid yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Bantah Adanya Keterlambatan Penanganan Covid-19 di PT HM Sampoerna

“Kegiatan ini akan berlangsung 2 hari, Sabtu-Minggu 13-14 juni 2020, dan hari ini adalah yang pertama, kami Dewan Pengurus Masjid mengharapkan agar setelah acara ini selesai, seluruh masjid yang ada di Indonesia segera dibuka kembali untuk digunakan ibadah dan demi kemaslahatan umat bersama” tutupnya.

Setelah acara selesai seluruh peserta dibagikan sejumlah paket sembako untuk sedikit meringankan beban ekonomi di tengah pandemi.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

2 × 3 =