Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Usai Berbincang dengan Megawati, Begini Harapan Budiman Sudjatmiko di Pemilu 2024
Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko. (Foto: Istimewa)

Usai Berbincang dengan Megawati, Begini Harapan Budiman Sudjatmiko di Pemilu 2024

Berita Baru, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menyatakan partainya bukan lagi menargetkan kemenangan semata di pemilu 2024, tetapi juga dapat berperan serta memajukan perdamaian dan kemajuan dunia. Oleh sebab itu, Budiman mengatakan dibutuhkan pemimpin di tengah situasi global.

Hal itu disampaikannya setelah berbincang santai dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu. Diskusi empat mata itu berlangsung di rumah pribadi Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

“Kutangkap kesan yang amat kuat dari pembicaraan tersebut. Bukan urusan pemilu atau menang pemilu yang ada di benak Bu Mega tapi bagaimana Indonesia akan survive di tengah 3 ledakan global yaitu pengetahuan, virus dan mesiu serta 2 krisis global sebagai dampaknya yaitu pangan dan energi,” kata Budiman dalam utas sosial medianya dan sudah diizinkan dijadikan berita, Selasa (16/8/2022).

PDI Perjuangan kini memang selalu unggul di berbagai survei. Namun, PDI Perjuangan tidak puas bila hanya menjadi pemenang.

“Sayang banget kalau PDI Perjuangan menang pemilu cuma untuk Indonesia. Tapi ia harus juga untuk kemajuan dan perdamaian dunia,” ucap Budiman.

Sebab, saat ini ancaman terberat bukan memenangkan pemilu. Tapi krisis pangan dan energi, perang Rusia vs Ukraina dan ketegangan di Selat Taiwan.

“Di depan halaman rumah kita -yang jika pecah akan lebih membakar dari perang Rusia vs Ukraina! -adalah PR berat yang akan dihadapi pemerintah Indonesia sekarang dan ke depan,” beber Budiman Sudjatmiko itu.

Oleh sebab itu, capres 2024 dari PDI Perjuangan adalah calon pemimpin yang paham geopolitik. Artinya pemimpin yang paham posisi bangsanya di tengah peta ruang dinamika dunia dan wilayah.

“Paham sejarah artinya paham di kurun waktu apa ia sedang berada dalam rentang sejarah perkembangan bangsanya,” urai Budiman Sudjatmiko.

Budiman Sudjatmiko menilai sudah saatnya anak-anak muda harus berinstink seperti Bung Karno pada 1930-an. Budiman lalu mengutip pesan Bung Karno.

Apabila dalam waktu yang tidak lama lagi Samudera Pasifik jadi merah oleh darah dan bumi di sekitar bergetar oleh ledakan-ledakan bom dan dinamit, di saat itulah rakyat Indonesia akan melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

“Moga-moga Bu Menlu Retno Marsudi bisa jadi pemandu jalan yang baik untuk mendayung di antara batu-batu karang dan menyelinap di antara bara-bara api ini. Dan juga mau berbagi ilmu serta kearifan pada diplomat-diplomat muda atau calon-calon politisi muda,” ujar Budiman.

beras