Jumat, 25, 06, 2021

Wahid Foundation Gelar Rembuk Desa Damai di 3 Provinsi di Pulau Jawa

-

Berita Baru Jatim, Surabaya – Wahid Foundation menggelar Rembukan Desa Damai dengan tema Membangun Komunikasi Asik di Tengah Krisis Sosial dan Pandemi pada, Jumat (29/01/2021) secara Daring.

Kegiatan itu di ikuti kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari Pemuda, Kelompok Perempuan, Pemerintah Desa, Tim Kelompok Kerja Desa Damai dari 10 Desa Damai yang tersebar di 3 Provinsi di Pulau Jawa.

Wahid Foundation mendorong perempuan untuk menjadi aktor perdamaian di 10 Desa Damai dalam mengupayakan mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan untuk menghadapi sejumlah tantangan dan persoalan yang muncul akibat pandemi Covid-19 di berbagai sektor terutama di wilayah ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial.

“Untuk mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan masyarakat, kami tetap berupaya untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam hal kepemimpinan, ke depan kami harapkan dengan ini proses keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa/kelurahan meningkat khususnya untuk memutuskan hal-hal strategi dalam masa pandemi seperti saat ini,” Tutur Yenny Wahid.

Berita Terkait :  Gowes di Kediri, Gubernur Khofifah Kampanye Pakai Masker dan Bagi-bagi Sembako

Ia menambahkan pentingnya peran ibu bagi keluarga untuk menyemai perdamaian dan menjaga krisis ditengah keluarga, termasuk ditengah Pandemi Covid19.

“Selama Pandemi, para ibu harus menjadi pelindung utama keluarga. Saling mengingatkan suami-istri dan anak untuk mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Keluarga harus bekerja sama memerangi Covid-19 dan berita yang masuk, harus disaring dulu dalam bentuk apapun itu,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Gowes di Kediri, Gubernur Khofifah Kampanye Pakai Masker dan Bagi-bagi Sembako

“Menurut kami yang sangat penting adalah keterlibatan pemuda dalam situasi saat ini, karena mereka adalah generasi yang melek teknologi. Sehingga kreatifitas mereka sangat diperlukan bentuk dukungan dan partisipasi untuk memastikan pembangunan berkelanjutan. Para pemuda dan komunitas di daerah harus bersinergi dan ditingkatkan kapasitasnya melalui berbagai kegiatan-kegiatan peningkatan wawasan dan skill serta diberikan dukungan untuk berkarya dalam perdamaian. Dengan karya yang positif, pembangunan di Indonesia bisa lancar, rakyat sejahtera,” tutup Direktur Wahid Foundation.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU