Warga Tukangkayu Banyuwangi Sulap Jadi Kampung Jahe

Warga Tukang Kayu Banyuwangi menjadikan kampungnya titik sentra Kampung Jahe. (Foto: banyuwangi.go.ig)

Berita Baru Jatim, Banyuwangi – Masyarakat di Jalan Nyak Dien, Kelurahan Tukangkayu menyulap tempat tinggalnya menjadi salah satu titik sentra jahe dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya.

Di jalan tersebut merupakan padat penduduknya namun tidak lepas untuk menanam tanaman berkhasiat di pekarangan rumah masyarakt dengan menggunakan polybag.

Qorinatul Urbaniyah salah satu warga mengatakan munculnya ide Kampung Jahe dari inisiatif yang saat itu getol menanam jahe di lokasi yang sempit.

“Pertama yang nanam hanya 15 orang namun sekarang sudah hampir merata warga menanam jahe di pekarangan rumah,” ujarnya yang dikutip dari banyuwangi.go.id.

Untuk pelatihan menanam jahe namun ada juga pelatihan membuat kuliner berbahan baku jahe. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.

“Snack bagiak, keripik matahari, kucur, jenang tape dan dodol jahe. Semua beraroma dan rasa jahe. Minuman juga, mulai dari jahe hangat, wedang ronde, teh jahe aren, kopi jahe sekoteng dan makanan yang bercinta rasa jahe,” kembali kata Qorinatul.

Baim Wakil Ketua Komunitas Anggota Inti Menanam dan Memanfaatkan Jahe (Anti Jahe) mengatakan sejak Januari lalu komunitasnya telah merintis untuk menanam jahe dan mensosialisasikannya kepada warga sekitar pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

Berita Terkait :  Perhatian! Warga Jatim Waspada Banjir Bandang dan Tanah Longsor

“Sampai saat ini sudah ada 250 tanaman jahe yang telah ditanam oleh warga. Jahe diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. Seperti wedang jahe, bagiak jahe, rengginang jahe dan wedang uwuh,” ungkap Baim.

Ia menuturkan kampung itu di beri nama Senang Jahe yang di singkat Senja di Kampung Jahe.

“Jahe yang ada beberapa jenis seperti jahe emprit, jahe merah hingga jahe gajah dan semuanya itu ditanam dengan cara organik,” imbuhnya.

Sedangkan Muhammad Lutfi Camat Banyuwangi mengapresiasi atas inisiatif warganya menggalakka urban farming.

“Tak hanya wilayah desa yang digerakkan untuk pertanian tapi juga di perkotaan dengan memanfaatkan pekarangannya yang sempit menjadi lahan untuk bercocok tanam yang bermanfaat. Apalagi jahe ini salahs satu rempah yang memiliki khasiat tinggi dan sangat diburu masyarakat selama pandemi ini,” paparnya.

Menurutnya, Kampung Jahe diharapkan menjadi alternatif untuk menggerakkan ekonomi warga setempat dan jahe-jahe yang ditanam bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis.

“Akan dilengkapi pelatihan membuat olahan dari bahan utama jahe. Misalnya pelatihan kuliner jahe, packaging kuliner jahe hingga berbagai kerajinan dari bahan jahe. Harapan kami, warga bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari menanam jahe yang ada di rumahnya,” pungkas Lutfi.

Facebook Comments Box
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini