Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

BEMP Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) gelar Webinar Nasional KALPASASTRA 2020 bertema "Upaya Pemuda Tetap Produktif Melalui Bahasa, Sastra dan Budaya Pada Masa Pandemi" Via Zoom Meeting pada Jumat, (30/10).
Tangkap layar Webinar Nasional KALPASASTRA 2020 bertema “Upaya Pemuda Tetap Produktif Melalui Bahasa, Sastra dan Budaya Pada Masa Pandemi” Via Zoom Meeting pada Jumat, (30/10). (Beritabaru.co/Rizal Kurniawan)

Webinar KALPASASTRA 2020 Angkat Tema Upaya Pemuda Tetap Produktif Melalui Bahasa, Sastra dan Budaya di Masa Pandemi

beras

Berita Baru, Jakarta — BEMP Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) gelar Webinar Nasional KALPASASTRA 2020 bertema “Upaya Pemuda Tetap Produktif Melalui Bahasa, Sastra dan Budaya Pada Masa Pandemi” Via Zoom Meeting pada Jumat, (30/10).

Narasumber pada Webinar kali ini, antara lain, Aan Mansyur, (Sastrawam) Mahfud Ikhwan (Penulis) dan Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum, (Guru besar UNJ).

Sebelum pemaparan materi, acara dibuka dengan pembukaan oleh MC dan disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Bunga Sherlina, ketua pelaksana Webinar, melaporkan bahwa Webinar Nasional ini adalah salah satu rangkaian dari KALPASASTRA 2020 untuk memperingati Bulan Bahasa.

“Saya berharap agar ke depannya, Webinar ini dapat memberi manfaat kepada para peserta forum sekalian,” harapnya.

Ervi Firmansyah S.Pd., M.A, Koordinator Program Studi Sastra Indonesia mengungkapkan bahwa Webinar ini adalah salah satu kegiatan ilmiah yang sukses diadakan oleh adik-adik mahasiswa dan rekan kepanitiaan.

“Kegiatan ilmiah adalah kegiatan yang melibatkan aktivitas kemahasiswaan, ini menjadi prestasi dan kebanggaan kita, keluarga besar Sastra Indonesia FBS UNJ,” ungkapnya.

Saat Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. memaparkan materinya. (Foto: Beritabaru.co/ Rizal Kurniawan)
Saat Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. memaparkan materinya. (Foto: Beritabaru.co/ Rizal Kurniawan)

Dimoderatori oleh Bima Dewanto, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara pertama, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum.

Novi mengawali paparannya dengan menjelaskan bahwa pandemi mengakselerasi tatanan kehidupan baru dalam berbagai bidang kehidupan. Novi juga menyinggung soal Big Data sebagai salah satu capaian revolusi industri 4.0.

“Produk hasil pembelajaran adalah hasil karya kritis dan karya kreatif. Menulis sebagai kegiatan menata satuan lingual untuk tetap menjaga produktivitas personal,” paparnya.

Novi juga mencontohkan topik-topik kajian mahasiswa yang seperti pengaruh game pada bahasa anak dan produk pemutih sebagai konstruksi sosial.

Selain itu, Novi menceritakan pengalaman penelitiannya yang berfokus pada Banyuwangi, seperti penguatan identitas transformasi dari lisan sampai festival, hingga menjadi produk budaya keberlanjutan.

Sesi kedua dipandu oleh moderator Fauziannisa Pradana Putri dengan dua pembicara, Aan Mansyur dan Mahfud Ikhwan dengan sesi dialog interaktif.

Mahfud Ikhwan mengatakan bahwa ini adalah kesempatan terbaik, untuk setiap orang-orang kreatif memaksimalkan waktu memperdalam dan lebih intensif di masing-masing bidang pekerjaannya, semacam membuat karya sastra.

“Berlatih, berlatih, berlatih, gagal, menulis lagi, gagal, menulis lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Aan Mansyur lebih menilik kata produktif di konteks kesejahraan.

“Kata produktif sendiri adalah kata yang dibawa manusia modern, yaitu kapitalisme, di mana kita dipaksa untuk terus produktif dalam masa krisis,” terangnya.

Dia juga menjelaskan bahwa situasi kali ini adalah waktu yang tepat untuk kita memikirkan kembali, kata-kata yang sering dipergunakan, antara lain persoalan bahasa itu sendiri.

Berita Baru, Jakarta BEMP Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) gelar Webinar Nasional KALPASASTRA 2020 bertema “Upaya Pemuda Tetap Produktif Melalui Bahasa, Sastra dan Budaya Pada Masa Pandemi” Via Zoom Meeting pada Jumat, (30/10).

Narasumber pada Webinar kali ini, antara lain, Aan Mansyur, (Sastrawam) Mahfud Ikhwan (Penulis) dan Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum, (Guru besar UNJ).

Sebelum pemaparan materi, acara dibuka dengan pembukaan oleh MC dan disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Bunga Sherlina, ketua pelaksana Webinar, melaporkan bahwa Webinar Nasional ini adalah salah satu rangkaian dari KALPASASTRA 2020 untuk memperingati Bulan Bahasa.

“Saya berharap agar ke depannya, Webinar ini dapat memberi manfaat kepada para peserta forum sekalian,” harapnya.

Ervi Firmansyah S.Pd., M.A, Koordinator Program Studi Sastra Indonesia mengungkapkan bahwa Webinar ini adalah salah satu kegiatan ilmiah yang sukses diadakan oleh adik-adik mahasiswa dan rekan kepanitiaan.

“Kegiatan ilmiah adalah kegiatan yang melibatkan aktivitas kemahasiswaan, ini menjadi prestasi dan kebanggaan kita, keluarga besar Sastra Indonesia FBS UNJ,” ungkapnya.

Dimoderatori oleh Bima Dewanto, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara pertama, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum.

Novi mengawali paparannya dengan menjelaskan bahwa pandemi mengakselerasi tatanan kehidupan baru dalam berbagai bidang kehidupan. Novi juga menyinggung soal Big Data sebagai salah satu capaian revolusi industri 4.0.

“Produk hasil pembelajaran adalah hasil karya kritis dan karya kreatif. Menulis sebagai kegiatan menata satuan lingual untuk tetap menjaga produktivitas personal,” paparnya.

Novi juga mencontohkan topik-topik kajian mahasiswa yang seperti pengaruh game pada bahasa anak dan produk pemutih sebagai konstruksi sosial.

Selain itu, Novi menceritakan pengalaman penelitiannya yang berfokus pada Banyuwangi, seperti penguatan identitas transformasi dari lisan sampai festival, hingga menjadi produk budaya keberlanjutan.

Sesi kedua dipandu oleh moderator Fauziannisa Pradana Putri dengan dua pembicara, Aan Mansyur dan Mahfud Ikhwan dengan sesi dialog interaktif.

Mahfud Ikhwan mengatakan bahwa ini adalah kesempatan terbaik, untuk setiap orang-orang kreatif memaksimalkan waktu memperdalam dan lebih intensif di masing-masing bidang pekerjaannya, semacam membuat karya sastra.

“Berlatih, berlatih, berlatih, gagal, menulis lagi, gagal, menulis lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Aan Mansyur lebih menilik kata produktif di konteks kesejahraan.

“Kata produktif sendiri adalah kata yang dibawa manusia modern, yaitu kapitalisme, di mana kita dipaksa untuk terus produktif dalam masa krisis,” terangnya.

Dia juga menjelaskan bahwa situasi kali ini adalah waktu yang tepat untuk kita memikirkan kembali, kata-kata yang sering dipergunakan, antara lain persoalan bahasa itu sendiri.

Sampai akhir diskusi, peserta forum kurang lebih 120 orang.

Webinar Nasional KALPASASTRA 2020 bertema "Upaya Pemuda Tetap Produktif Melalui Bahasa, Sastra dan Budaya Pada Masa Pandemi"
Webinar Nasional KALPASASTRA 2020 bertema “Upaya Pemuda Tetap Produktif Melalui Bahasa, Sastra dan Budaya Pada Masa Pandemi”. (foto: Istimewa)

beras