Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Zumrotun Nafisah: Jawa Timur Sejahtera Bersama Gubernur Khofifah
Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Zumrotun Nafisah.

Zumrotun Nafisah: Jawa Timur Sejahtera Bersama Gubernur Khofifah



Berita Baru, Surabaya – Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Zumrotun Nafisah memberikan pendapatnya atas kinerja 4 tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Jawa Timur sejahtera bersama gubernur Khofifah,” kata Icha sapaan akrabnya, kepada Beritabaru.co Jawa Timur, pada Selasa 14 Februari 2023.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, Icha memaparkan, hasil data dari Badan Pusat Statiktik (BPS) di tahun 2022 penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur sebanyak 30% dari jumlah data nasional dan menjadi provinsi dengan angka penurunan kemiskinan tertinggi di Indonesia.

BPS mencatat, lanjut Icha, peningkatan indeks pembangunan manusia di Jawa Timur sebanyak 72,75 atau tumbuh 0,85 persen berupa angka harapan hidup sebanyak 71,74 tahun yang artinya kesejahteraan di bidang kesehatan meningkat dan angka harapan lama sekolah sebanyak 13,37 tahun.

Tidak hanya itu, data BPS juga menunjukkan penurunan angka pengangguran di Jawa Timur sebanyak 0,25 persen di Agustus 2022.

Seperti yang diketahui, Gubernur Khofifah memiliki kontribusi besar dalam melakukan pemberdayaan koperasi dan UMKM yang ada di daerah se-Jatim.

“Sosok pemimpin seperti Khofifah yang memang dibutuhkan oleh masyarakat” ujarnya.

Satu tahun terakhir di kepemimpinan Khofifah, Icha berharap Pemprov Jawa Timur lebih memperhatikan isu stunting dan permasalahan anak remaja, terutama pada isu pernikahan dini.

Alumni Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan ini menyebutkan bahwa, angka stunting di Jawa Timur mengalami penurunan, namun isu stunting harus tetap menjadi perhatian bersama.

“Angka stunting di Jawa Timur menurut data BKKBN mencapai 26% di tahun 2019, kini hanya menjadi 19,2%,” ungkapnya.

Pada isu pernikahan dini, ia berharap agar Pemprov Jatim lebih banyak lagi program yang menyentuh remaja di daerah perbatasan.

“Kita berharap angka dispensasi kawin yang menyentuh angka 14.300 dicatat oleh 37 PA di Jawa Timur tidak lagi menjadi permasalahan yang terus menghantui generasi penerus bangsa,” katanya.
 
Selain itu, Icha berpendapat, diperlukan inspeksi langsung dalam melakukan aktivitas supervisi pendidikan serta pelatihan terhadap para pencari kerja secara langsung agar mampu mendongkrak ekonomi kelas menengah ke bawah.

“Termasuk memberikan ruang dedikasi khusus pada kelas perempuan yang terdiri ibu-ibu rumah tangga, para janda, dan perempuan muda yang seharusnya mampu menciptakan sebuah partitur keberlangsungan sosial ekonomi produktif di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Icha.

Kaitannya dengan KOPRI Jawa Timur sebagai salah satu organisasi pemberdayaan perempuan, Icha berharap bisa bersinergi dan kolaborasi dengan Pemprov Jatim dalam penyelesaian berbagai kasus perempuan dan anak dalam ranah kebijakan bersama seluruh pihak.

“Saya meyakini bahwa tidak ada faktor tunggal dalam pencapaian besar. dan KOPRI berkomitmen menjadikan perempuan sebagai kekuatan baru. Khususnya di tubuh PMII dan di Jawa Timur sebagai provinsi terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

beras