
Balongsari “Empowerment to Excellence”: Tim Pengabdian Perpustakaan UINSA Dampingi Komunitas Perempuan Pembaca Wujudkan Kampung Hantaran
Berita Baru, Surabaya – Pada 31 Oktober 2024, tim pengabdian dari Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang terdiri dari unsur perpustakaan yaitu Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., Hary Supriyatno, S.Ag., M.Pd., Samidah Nurmayuni, S.Ag., M.M., dan Endah Sudarwijati, S.Ag., serta unsur tim pengabdian yaitu Dr. Syafii, M.Ag. (dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) dan Novia Adibatus Shofah, S.S., M.Hum. (dosen Fakultas Adab dan Humaniora), bersama para stakeholder utama dari Lumbung Sinau, mengadakan pelatihan merangkai hantaran yang ketiga. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pendampingan komunitas perempuan pembaca dalam mewujudkan kampung tematik hantaran di Kelurahan Balongsari, Kota Surabaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan inklusi sosial di lingkungan masyarakat setempat dan memberikan dukungan bagi komunitas perempuan pembaca dalam mengembangkan kampung tematik. Kampung ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi wadah kreasi bagi perempuan melalui peningkatan aset-aset warga Balongsari.
Untuk mewujudkan kampung tematik yang berdaya, berbagai program pendampingan yang efektif dari lembaga pendidikan Pemerintah Kota Surabaya telah diterapkan. Sebagai mitra yang turut mendukung kesejahteraan sosial, UIN Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan program pendampingan komunitas perempuan pembaca.
Program ini mencakup pelatihan keterampilan dan peningkatan kapasitas yang dibutuhkan perempuan setempat dalam mengembangkan produk hantaran, suvenir khas, atau produk kerajinan tangan lainnya. Peserta program ini merupakan perempuan yang juga tergabung dalam berbagai komunitas di Kelurahan Balongsari, seperti Ibu-ibu KSH (Kader Surabaya Hebat) tingkat RW, Kader SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat), ketua lansia, dan ibu-ibu PKK. Semua unsur komunitas tersebut bersatu dalam komunitas perempuan pembaca untuk mewujudkan kampung tematik hantaran.
Program pendampingan tersebut dilaksanakan dari Agustus hingga November 2024 dengan menggunakan metode ABCD (Asset-Based Community Development). Program pelatihan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan aset atau potensi yang sudah ada dalam komunitas perempuan pembaca, serta mengembangkannya secara kolaboratif sebagai upaya berkelanjutan dalam menghadapi tantangan sosial di Balongsari. Aset-aset yang dimaksud meliputi aset manusia, yaitu komunitas itu sendiri; aset alam; aset infrastruktur; aset kelembagaan sosial; dan aset finansial. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan dalam menghadapi tantangan sosial di Balongsari.
Pelatihan-pelatihan yang dipimpin oleh tim pengabdian merupakan tindak lanjut dari penyediaan fasilitas LINKSMOKA (Layanan Inklusi Sosial Mobil Pustaka) yang dikelola oleh Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Melalui pelatihan ini, penanaman literasi sebagai fokus utama program pemberdayaan dapat sepenuhnya mendukung inklusi sosial di Kelurahan Balongsari, Surabaya. Pelatihan yang diselenggarakan oleh tim pengabdian perpustakaan UINSA Surabaya ini tidak hanya memberikan akses literasi dan kreativitas kepada komunitas Balongsari, tetapi juga membekali mereka untuk memasarkan produk hantaran khas Balongsari di berbagai platform media sosial guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas Balongsari sebagai Kelurahan Tematik Hantaran—sebuah inovasi yang memiliki daya saing dalam pemberdayaan perempuan melalui produk hantaran yang kreatif dan berkualitas. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi Balongsari Empowerment to Excellence, yang membawa perubahan positif dan inovasi bagi masyarakat Balongsari.