Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Dampingi Pembudidaya Kelinci dan Tanaman Hias Terdampak Covid-19

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Dampingi Pembudidaya Kelinci dan Tanaman Hias Terdampak Covid-19

Berita Baru Jatim, Bondowoso — KKN III Back To Village Universitas Jember kembali digelar.

KKN Back To Village merupakan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Jember.

Andre Afif Aditya, mahasiswa Fakultas Pertanian memilih tempat KKN di kota Bondowoso, berlokasi di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang. Desa Koncer Kidul merupakan salah satu desa agraris di Bondowoso. Sebagian besar masyarakat di Desa Koncer Kidul berkerja sebagai petani, peternak, wirausa dan pegawai.

Menurut Afif, banyak sekali masyarakat yang terkena dampak Pandemi Covid-19, seperti kehilangan pekerjaan yang disebabkan karena banyak perusahaan yang terkendala masalah biaya tenaga kerja dan banyak juga wirausaha yang mengalami penurunan pendapatan.

“Salah satu contohnya di lokasi KKN saya
a terdapat peternak kelinci dan pembudidaya tanaman hias yang pendapatanannya mengalami penurunan sejak adanya Pandemi Covid 19. Program kerja saya terfokuskan pada Pengembangan Budidaya Kelinci dan Tanaman Hias milik Bapak Ilham,” tutur Afif.

Bapak Ilham bercerita bahwa di masa pandemi penjualan kelinci mengalami penurunan, oleh karena itu peternak mengurangi kembangbiak kelinci hal tersebut dikarenakan tingginya tingkat produktivitas kelinci.

“Dalam satu kelahiran kelinci bisa menghasilkan 6-8 anak kelinci. Apabila peternak mengembakbiakkan lebih banyak kelinci, maka biaya operasional yang diperlukan lebih tinggi dari pada hasil penjualan sehingga menyebabkan kerugian,” ceritanya.

Begitupun juga dengan budidaya tanaman hias, dikarenakan lokasi budidaya tanaman hias yang jauh dari kota sehingga sulit untuk memasarkannya.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saya berupaya untuk meningkatkan penjualan kelinci dan tanaman hias dengan cara memberikan sosioalisasi terkait manajemen, penambahan produk baru yang berupa limbah kelinci yang dapat diolah sebagai pupuk kandang, dan proses pemasaran melalui media Facebook, karena pada media Facebook terdapat grup dan komunitas untuk memasarkan tanaman hias, hewan ternak, dan hobi lainnya. Sehingga sasaran dapat meningkatkan pendapatan,” jelas Afif.

Berita Terkait :  Pengusaha Karangan Bungga di Lamomgan Banjir Orderan

Afif menambahkan, bahwa kegiatan KKN ini membuatnya tertantang untuk belajar sekaligus berusaha membimbing dan meningkatkan potensi atau penjualan pemilik usaha ternak kelinci dan budidaya tanaman hias sebagai program KKN.

Program-programnya antara lain; Pada minggu pertama adalah mengunjungi pemilik usaha untuk memahami masalah yang terjadi pada usahanya dan menjelaskan program kerja yang akan saya lakukan selama masa KKN Back To Village berjalan. Pada minggu kedua adalah melakukan sosialisasi terkait pengelolaan limbah kelinci sebagai pupuk kandang. Pada minggu ketiga adalah melakukan sosialisasi terkait manajemen yang dilakukan oleh pelaku usaha agar dapat berkembang dengan baik sehingga dapat survive di masa Pandemi Covid 19. Pada minggu keempat adalah melakukan sosialisasi terkait penggunaan media Facebook untuk proses pemasaran dan sharing antar peternak kelinci dan pembudidaya tanaman hias,” tambah Afif.

“Harapan tersebut dapat berjalan efektif apabila ada kerjasama dan dukungan yang baik dari pemilik usaha tersebut dan saya sudah melakukan persetujuan bersama dengan pemilik usaha dan harapanya bisa menjadi contoh untuk dikembangkan lagi bagi pemilik usaha lainya di masyarakat,” pungkas Afif.