Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gema Penutupan Osabar PP Nurul Jadid 2022

Gema Penutupan Osabar PP Nurul Jadid 2022

beras

Berita Baru, Probolinggo – Suara bergema menyelimuti halaman MA Nurul Jadid yang dipenuhi santri baru putra. Yel-yel kelompok dinyanyikan dengan penuh semangat. Sedang di gedung Auditorium Pesantren 2 terdengar yel-yel khusus acara dilantunkan bersama oleh santri putri. Gema yel-yel itu menandakan akan berakhirnya Orientasi Santri Baru (Osabar) 2022 PP Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Penutupan Osabar 2022 dilaksanakan di 2 tempat berbeda, Auditorium 1 untuk santri putra dan Auditorium 2 untuk santri putri. Para santri baru diwajibkan mengikuti kegiatan pengenalan itu sejak tanggal 1-4 Juli 2022.

Muhammad Khairun Nafis, Panitia Acara, menceritakan ada beberapa santri baru yang menangis saat mengikuti Osabar 2022. Pelbagai alasan menjadi faktor, mulai dari tidak belum terbiasa, dan jauh dari keluarga. “Nanti akan terbiasa juga, semoga mereka betah di pesantren,” ujarnya.

Salah seorang santri baru asal Provinsi bali, Sibli Rijalullah, mengaku kegiatan Osabar seru dan sedih bercampur. Ia ingat akan orang tua di rumah. Namun, siswa MTS Nurul Jadid ini mengatakan tetap mendoakan keluarga untuk diberi kesehatan.

“Tapi saya berdoa kepada Allah SWT, semoga yang di rumah diberikan kesehatan,” harap Sibli.

Di penghujung penutupan itu, KH Zuhri Zaini, Pengasuh PP Nurul Jadid menuturkan bahwa kesuksesan di dunia akan berlanjut di akhirat. Maka dari itu, beliau mengingatkan untuk mempersiapkan bekal, khususnya ilmu agama dan lainnya.

“Kita berniat mondok di pesantren untuk mencari ilmu agama dan membina akhlakul kharimah dengan baik,” dawuhnya.

Beliau menerangkan beberapa hal kesuksesan di pesantren. Kiai Zuhri menuturkan, kesuksesan mondok yakni harus ikhlas menjalankan apa yang sudah pesantren tetapkan. Di samping itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa santri mesti kerja keras dan mengikuti petunjuk dari guru. Baik secara perorangan maupun kolektif seperti halnya pengurus pesantren.

Istiqomah berdoa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT, kata beliau, penting dilakukan. Di akhir tausyiahnya, Kiai Zuhri berharap santri baru untuk tetap bersemangat. “Bukan hanya ketika Osabar. Akan tetapi untuk seterusnya,” harap beliau.

beras