Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jelang Pemilu 2024, Uang Palsu Mulai Bergentayangan

Jelang Pemilu 2024, Uang Palsu Mulai Bergentayangan



Berita Baru, Surabaya – Uang palsu mulai bergentayangan menjelang Pemilu seperti saat ini. Euforia untuk menyambut Pemilu tahun 2024 ternyata dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mengenai beredarnya uang palsu saat ini juga sudah menjadi perhatian dari pemerintah. Karena memang di beberapa daerah Indonesia sudah terjadi peredaran uang palsu. Bahkan sudah terdapat para pelaku peredaran uang palsu yang tertangkap. Contohnya ada di Indramayu.

Di daerah Indramayu sudah terjadi peredaran uang palsu yang menyebabkan masyarakat mendapatkan edukasi langsung dari Polres Indramayu itu sendiri. Fakta paling mengejutkan berkaitan dengan beredarnya uang palsu tersebut adalah pelakunya sudah ditangkap.

Uang Palsu Mulai Bergentayangan Menjelang Pemilu

Menjelang Pemilu serentak tahun 2024 mendatang, beredarnya uang palsu mengalami peningkatan. Tidak hanya di Indramayu saja, Badan Intelijen Negara Daerah Kepulauan Bangka Belitung juga mewaspadai tentang beredarnya uang palsu tersebut. Terlebih menjelang dan selama penyelenggaraan pemilu serentak besok.

Dampak Pengedaran Uang Palsu

Beredarnya uang tersebut akan berakibat perekonomian suatu daerah. Sehingga harus diatasi dengan benar dan masyarakat harus mendapatkan edukasi mengenai bagaimana cara membedakan antara uang asli dan palsu.

Bukan hanya pemerintah saja yang harus waspada terhadap beredarnya uang tidak asli tersebut. Tetapi semua kalangan juga harus menjadikan hal tersebut sebagai perhatian terlebih menjelang politik seperti sekarang ini.

Pihak Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan meminta untuk semua pihak waspada terhadap peredaran uang palsu pada tahun politik, terlebih ketika kampanye Pemilu 2024.

Solusi Atas Adanya Pengedaran Uang Palsu

Untuk mengatasi masalah beredarnya uang palsu, Rudi Bambang Widjanarko sebagai kepala kantor perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan solusi. Ia menyarankan supaya masyarakat menggunakan uang digital. Hal ini agar terhindar dari adanya penyalahgunaan uang palsu.

Selain itu, Deputi Kepala Kantor Rudi Bambang Widjanarko tersebut juga mengatakan bahwa akan semakin giat untuk melakukan sosialisasi mengenai program “Bangga, Cinta serta Paham rRpiah”. Supaya nantinya masyarakat bisa mengetahui bentuk uang palsu dan uang yang asli serta cara menghindarinya.

Pencegahan mengenai beredarnya uang palsu menjelang Pemilu juga butuh sinergitas untuk semua aparatur penegak hukum serta pemerintah daerah. Apalagi jika mengingat bahwa uang tidak asli tersebut bisa merugikan perekonomian daerah itu sendiri. Solusi terbaik untuk mengatasi beredarnya uang tersebut juga memperkuat jaringan informasi di jajaran pemerintah daerah. Mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, dilanjutkan kecamatan dan kelurahan, serta desa sampai tingkat RT dan RW.

Dengan demikian itu, selain harus berhati-hati, tentunya kita sebagai masyarakat harus mengetahui bagaimana cara menghindari uang palsu mulai bergentayangan. Pemerintah juga diminta semakin lebih getol untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat tertipu dengan penggunaan uang tidak asli dan pelaku penyebaran uang tersebut harus segera diberikan hukuman yang sesuai. Terlebih di masa tahun politik sekarang ini.

beras