Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV 3 Unej Ajak Masyarakat Faham Catatan Keuangan

Mahasiswa KKN BTV 3 Unej Ajak Masyarakat Faham Catatan Keuangan

Berita Baru Jatim, Mojokerto — KKN III Back To Village Universitas Jember kembali digelar.

KKN Back To Village merupakan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Jember.

Zarkhasi sebagai Mahasiswa Universitas Jember jurusan Ekonomi Syariah berinovasi akan melakukan pelatihan memanajemen keuangan dengan aplikasi Catatan Keuangan di desa Jotulundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

“Saya memilih aplikasi Catatan Keuangan ini untuk bahan pelatihan. Aplikasi ini sangat mudah diperoleh (didownload) oleh masyarakat dengan penyimpanan yang sangat kecil dan pemrogamanserta pengaplikasian yang sangat mudah untuk mencatat alur kegiatan keuangan kita sehari hari,” jelas Zarkhasi.

Zarkashi menambahkan, pelatihan ini diadakan hanya bertujuan untuk membantu pengelolaan keuangan masyarakat diera pandemi seperti ini sehingga masyarakat bisa teratur dalam mengunakan uang mereka sehingga planning meraka bisa tersusun dengan rapi dan berjalan sesuai rencana.

“Adapun fungsi Aplikasi Catatan keuangan ini berguna untuk mengatur keuangan kita sehari-hari, mengetahui rugi atau tidaknya usaha kita, juga guna untuk memperjelas alur keuangan kita setiap bulan. Aplikasi ini sebenarnya berguna untuk para pengusaha, pedagang, administrasi desa. Dan aplikasi ini juga berguna untuk kegiatan pembukuan setiap di setiap hari, minggu, bulan, maupun tahun,” tambahnya.

Setelah selesai melaksanakan pelatihan Catatan Keuangan, Zarkashi berharap dapat melakukan agenda penyuluhan dan peningkatan literasi kepada masyarakat terhadap Pinjaman Online illegal maupun legal.

“Pinjaman online menawarkan banyak tawaran yang bisa memudahkan masalah maupun rencana kita terhadap keuangan kita, tetapi dibalik semua itu masih banyak pinjaman online yang merugikan dan menyusahkan masyarakat, masyarakat yang kurang faham akan apa itu pinjaman online. Maka dari itu perlu adanya pemahaman pinjaman online dimasyarakat sehingga masyarakat mengerti antara pinjaman online ilegal maupun non ilegal,” pungkasnya.

beras