Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV III UNEJ Tingkatkan Minat Literasi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

Mahasiswa KKN BTV III UNEJ Tingkatkan Minat Literasi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

Berita Baru Jatim, Jember — KKN III Back To Village Universitas Jember kembali digelar.

KKN Back To Village merupakan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Jember.

Lucky Akbar Khoiry, mahasiswa Sastra Indonesia memikih lokasi sasaran untuk pengabdian masyarakat (KKN) di Kelurahan Sumbersari yang terletak di Kabupaten Jember dengan tema Program Literasi Desa Pada Masa Pandemi Covid 19.

Menurut Lucky (01/10) masyarakat di Lingkungan Kelurahan Sumbersari turut merasakan dampak dari pandemi Covid19. Utamanya di sektor pendidikan anak-anak.

“Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan didalam ruang kelas, kini dilakukan secara online/daring dirumah masing-masing. Hal itu tentu membuat peran orang tua dalam pembelajaran online sangat penting. Namun pada pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran secara online tidak berjalan secara benar-benar efektif,” tutur Lucky.

Lucky menambahkan jika permasalahan umum yang terjadi ialah seperti sang anak yang kesulitan dalam memahami pembelajaran yang hanya disampaikan secara online sehingga apabila diberikan tugas terdapat kesulitan untuk mengerjakannya. Sementara itu orang tua tidak selalu dapat mendampingi sang anak belajar dan tidak semua orang tua mampu mehamami penerapan teknologi di masa saat ini. Hal itu tentu menurunkan minat literasi dari anak dan orang tua juga.

“Menyikapi fenomena yang sedang terjadi di lingkungan Kelurahan Sumbersari tersebut, saya tergugah untuk membantu meningkatkan minat literasi pada masyarakat di Kelurahan Sumbersari,” tambahnya.

Lucky mengatakan, solusi yang dapat dilakukan untuk hal ini adalah dengan membantu pendampingan secara langsung pada beberapa adik-adik di lingkungan Kelurahan Sumbersari dalam pembelajaran online yang diharapkan mampu meningkatkan semangat literasi dalam pendidikan. Dan bagi orang tua agar ke depannya dapat lebih intensif melakukan pengawasan dalam belajar online putra-putrinya.

“Permasalahan lain yang ada di lingkungan masyarakat adalah masih mudahnya masyarakat menyimak dan menelan mentah-mentah informasi terkait Covid-19 yang belum tentu benar nyatanya, hal itu kemudian mampu menyiarkan berita yang simpang siur dari mulut ke mulut tanpa tahu kebenarannya. Sehingga hal itu perlu dilakukan pendampingan untuk meningkatkan minat literasi agar masyarakat dapat menyaring hoax Covid19 tanpa menelan mentah-mentah berita yang sedang beredar,” pungkasnya.

beras