Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Malam Mingguku Sendu, dik

Malam Mingguku Sendu, dik

beras

Malam ini ada yang bersedih

di malam minggu
seorang pemantra rindu
jiwanya gersang
padahal hujan telah gegap gempita menemuinya

Malam minggu yang hangus
ia sama-sekali tidak mau mengingat sebuah malam minggu
karena telah lama berjarak dengannya
Baginya, malam minggu adalah malam yang buruk

dulu, di jam-jam segini
kumenunggumu; bergincu
lalu lanjut bercinta
di pojok kota

sekarang, dengan sepinya kumerapalnya.

November
kemana kita akan pergi, dik
tetapkah kita di labirin kerinduan
atau kita akan bertapa di lobang kesepian

bagaimana kalau kita ke pantai saja, dik
yang bagus senjanya
yang hangat pasirnya
yang mesra ombaknya
disana kita gelar tikar pertemuan
yang sudah sejak lama berjerijit

apakah kamu akan terima tawaranku ini, dik?

November
Nampaknya ia akan lengah
tidak sempat menyiapkan payung atau mantel
sedangkan langit sudah keseringan hitam

tapi November akan kedinginan
bersama mantel dan payung
yang bertengger di dekat kulitnya

ooh November
dengan sejuta karung perasaannya
meraih bunga-bunga yang akan segera indah lagi
meraup akar-akar pohon
yang menjalar panjang-panjang

demikianlah November di tanggal kedua

beras