Berita

 Network

 Partner

Bupati Jember

Model Iklan, Apa Bupati Sih?

Berita Baru Jatim, Jember – Fenomena banyaknya poster Bupati Jember Hendy Siswanto yang mengepung beberapa titik strategis di Kota Jember mendapat kritikan tajam dari beberapa aktivis kelompok masyarakat sipil Jember.

Semakin runyam karena poster-poster yang dipampang di sepanjang jalanan utama kota itu hanya mencantumkan Hendy Siswanto saja tanpa adanya foto Wakil Bupati Gus Balya Firjoun Barlaman, salah satu yang turut mengomentari hal ini ialah Aliansi Jember Bergerak (AJB).

Pathor Rahman, Ketua AJB mempertanyakan Bupati Jember Hendy Siswanto yang ingin eksis sendirian atau memang kesalahan oknum Humas Pemkab Jember yang dalam banyak kegiatan hanya mencetak dan memajang foto bupati saja tanpa adanya Wabup.

Pathor mencontohkan, seperti banner Persid mencari pemain di sekitar jembatan Jompo, banner semangat melawan Covid-19 di dekat alun-alun dan pemkab, serta ucapan kemerdekaan di perempatan lampu merah pasar tanjung dan di beberapa titik di Kabupaten Jember. “Poster-poster pengesahan posko Covid-19, serta seminar-seminar pemerintahan juga, hanya semuanya hanya nongol foto bupati sendirian saja tanpa bapak wabup,” ungkapnya kemarin kepada Beritabaru.co.

Pathor menegaskan bahwa kepemimpinan daerah itu harusnya dwitunggal tidak menafikan peran masing-masing. “Jangan ingin tampak eksis sendiri,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pasca Dinyatakan Positif, Begini Kondisi Gubernur Jatim

Bahkan sedang viral di media sosial ada banner di bawah foto Gus Firjoun tertulis keterangan nama Hendy Siswanto.”Ini kesalahan teknis tapi momentumnya sama sekali tidak tepat dimana di awal pemerintahan harus ada harmoni, jadi kami meminta ini menjadi koreksi humas pemkab karena pasti poster poster itu juga menggunakan anggaran negara gunakanlah secara bijak, jangan sampai nampak tidak elok secara etik,” tambahnya

Sarjana Pendidikan Islam dari UIN Jember ini pun mengingatkan Hendy Siswanto tentang perannya sebagai pemimpin publik bukan model iklan yang harus eksis dengan menebar poster-poster bak bintang iklan. “Ya jangan over narsis lah, wong bapak hendy ini dipilih secara demokratis oleh rakyat sebagai bupati bukan sebagai model iklan,” terangnya.

Sedari awal memang sudah aneh gelagatnya. Bagi Pathor dengan membeli mobil maung pindad sebagai kendaraan dinas itu menandakan figur ini bukan figur sederhana yang fokus bekerja. “Ini beberapa koreksi saja sejak awal dilantik lebih banyak kontroversinya daripada prestasi, beberapa minggu lalu juga viral video ancaman kepada aktivis kontra tambang, payah betul,” tutupnya. (*)