Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Prodi S2 Linguistik Terapan UNJ Gelar Kuliah Pakar Angkat Topik Kajian Linguistik dan Sastra Interdisipliner

Prodi S2 Linguistik Terapan UNJ Gelar Kuliah Pakar Angkat Topik Kajian Linguistik dan Sastra Interdisipliner



Berita Baru, JakartaProdi S2 Linguistik Terapan, Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) gelar Kuliah Pakar “Kajian Linguistik dan Sastra Interdisipliner” pada Selasa, (21/05/2024) via Zoom Meeting dan juga disiarkan melalui kanal Youtube Harian Surya Tribun Jatim Official.

Dibuka oleh pewara Librilianti Kurnia Yuki, M.Pd., acara diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Koordinator Program Studi S2 Linguistik Terapan UNJ, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum.

Dalam sambutannya, Novi menjelaskan bahwa linguistik terapan memiliki ruang kajian dan penelitian seluas bidang kehidupan yang menggunakan bahasa. Selain itu, lanjut Novi, bahasa juga berpotensi memasuki dan diterapkan dalam seluruh bidang kehidupan sebagai media penyimpanan, pengawetan dan pewarisan.

“Pada kesempatan ini, prodi S2 Linguistik Terapan menghadirkan dua Profesor yang menggeluti bidang sastra, akan tetapi keduanya tentu menyadari bahwa sastra yang menggunakan medium bahasa memerlukan kajian dan bekal yang kuat dalam bidang ilmu kebahasaan dan linguistik,” tutur Novi.

Novi menambahkan bahwa hal tersebut yang mendasari prodi S2 dan S3 Linguistik Terapan untuk melakukan pengembangan dalam kajian linguistik secara interdisipliner. Selain itu, Novi juga menuturkan bahwa pada tahun 2023, program studi S2 Linguistik Terapan telah menyelenggarakan 5 (lima) kali kuliah pakar dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang dan fokus kajian.

“Sementara itu, di tahun 2024 ini, program studi S2 Linguistik Terapan mengawali Kuliah Pakar dengan mengambil tema ‘Kajian Linguistik dan Sastra Interdisipliner’. Semoga para peserta dapat menggali pengetahuan yang mendalam dari dua narasumber, serta meningkatkan wawasan dan para peserta mendapat inspirasi untuk melakukan kajian riset,” harap Novi, guru besar ilmu sastra Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HISKI Indonesia tersebut.

Prodi S2 Linguistik Terapan UNJ Gelar Kuliah Pakar Angkat Topik Kajian Linguistik dan Sastra Interdisipliner

Seusai foto bersama, acara berlanjut ke acara inti yaitu paparan narasumber. Dimoderatori Venus Khasanah, M.Pd., kuliah pakar kali ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, Prof. Dr. Koh Young Hun, Ph.D (Hankuk University of Foreign Studies) dan Prof. Dr. R. M. Teguh Supriyanto, M.Hum. (Universitas Negeri Semarang).

Sebagai narasumber pertama, Koh Young Hun membawakan materi yang berjudul “Penelitian Sastra dalam Konteks Interdisipliner”. Koh Young Hun mengatakan bahwa karya sastra tidak bisa diklaim sebagai materi yang tertutup hanya pada satu pendekatan saja.

“Perkembangan pendekatan yang terus mengalami dinamika pada gilirannya mencipta pendekatan yang bukan lagi tunggal atau monodisipliner, tetapi sudah interdisipliner. Interdisipliner merupakan interaksi intensif antarsatu atau lebih disiplin dengan tujuan melakukan integrasi konsep, metode dan analisis” ujarnya.

Koh Young Hun juga mengatakan bahwa pendekatan sastra interdisipliner memusatkan perhatian pada masalah-masalah sosial yang dapat didekati dari berbagai disiplin keilmuan.

“Dengan model interdisipliner, pembelajar sastra dituntut untuk tidak hanya berkutat pada satu disiplin ilmu saja, namun secara lebih luas dia juga harus bisa melihat hubungan kajiannya dengan disiplin ilmu lain,” terang Koh Young Hun.

Dilanjut ke narasumber kedua, yakni R. M. Teguh Supriyanto dengan presentasi berjudul “Realisasi dan Negosiasi Ideologi dalam Sastra”. Teguh menjelaskan bahwa relasi ideologi menjadi metode menemukan makna secara maksimal.

“Ketika mendudukan posisi dalam struktur sosial dapat saja melakukan negosiasi sebagaimana disarankan Gramsci dalam rangka menjaga status hegemonik,” terangnya.

Teguh menambahkan bahwa melalui pemahaman ideologi, karya sastra menjadi dahsyat dan kompleks.

“Seperti ‘Rongeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari. Ronggeng merupakan tokoh yang diciptakan pengarang sebagai tokoh transmisi ideologis abtara kondisi sosial politik pada tahun 1965/1966 di wilayah Banyumas,” ujar Teguh.

Acara berlanjut pada diskusi interaktif dan sesi tanya jawab antara narasumber dan audiens dipandu oleh moderator. Sampai akhir acara, kuliah pakar ini diikuti oleh 500  peserta di Zoom Meeting dan ditonton sebanyak 109 orang di kanal youtube Harian Surya.

Prodi S2 Linguistik Terapan UNJ Gelar Kuliah Pakar Angkat Topik Kajian Linguistik dan Sastra Interdisipliner

beras