Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Suara Golkar Melonjak di Pemilu 2024

Suara Golkar Melonjak di Pemilu 2024



Berita Baru, Jakarta – Suara Golkar melonjak di Pemilu 2024 menjadi pembahasan menarik. Bagaimana tidak, sebelum Pemilu 2024 terlaksana, banyak elit politik menyebut jika Golkar tidak akan masuk 3 besar di Pileg DPR RI.

Alasan utamanya adalah karena partai berlambang beringin itu tidak memiliki figur yang maju dalam capres maupun cawapres. Kendati demikian, kini, suara Golkar justru berada di posisi kedua dengan skor 14.95%. Hampir menyamai perolehan suara partai penguasa yakni PDI Perjuangan yang sudah meraup angka 16.93%.

Suara Golkar Melonjak di Pemilu 2024 Ini Faktor Penyebabnya

Melonjaknya suara Golkar di pemilu tahun ini membuat banyak kalangan mulai berspekulasi. Salah satunya Idil Akbar, selaku pengamat politik dari Universitas Padjadjaran. Ia mengungkap ada tiga faktor utama mengapa partai yang berjaya di era orde baru itu bisa unggul.

Pertama, ada efek “ekor jas” dari kemenangan paslon nomor urut 2. Dimana Golkar menjadi salah satu partai pengusung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Dengan kata lain, mereka kecipratan keuntungan dari unggulnya suara Prabowo-Gibran.

“Harus kita akui memang coattail effect Prabowo-Gibran memberikan pengaruh besar terhadap lonjakan suara Golkar.” Jelas Idil.

Majunya Caleg-caleg Potensial

Alasan berikutnya yaitu keberadaan caleg-caleg potensial yang diyakini mampu menyumbang suara besar bagi Golkar. Atalia Praratya misalnya, istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tersebut memang maju pada Pileg DPR RI Dapil I Jabar.

Dari beberapa data yang sudah masuk berdasarkan quick count, perolehan suara Atalia Praratya memang jauh di atas paslon lain mencapai 80.439. Inilah yang turut mendorong suara Golkar melonjak di Pemilu 2024.

Narasi Politik Cerdas dan Menyasar Anak Muda

Faktor pemicu yang terakhir adalah strategi politik yang relevan dengan anak muda. Karena perlu diakui, jumlah pemilih dalam Pemilu 2024 ini sebagian besar adalah Gen Z dan millenial. Narasi politik yang sesuai dengan gaya mereka tentu akan menjadi poin penting guna memberikan pengaruh suara.

Idil juga menjelaskan bahwa beberapa kader Golkar yang sudah berkecimpung di kementerian membawa dampak positif. Misalnya Ario Bimo yang kini menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. Ario Bimo seringkali mengadakan event-event olahraga kekinian seperti e-sport.

Hal yang secara tidak langsung menjadi ujung tombak atau pendongkrak suara. Sementara itu, jika ditanya apakah Jokowi menyumbang lonjakan suara Golkar, maka jawabannya hanya di wilayah tertentu. Terlebih isu Jokowi yang pindah dari PDIP ke Golkar hingga saat ini masih simpang siur.

Suara Golkar melonjak di Pemilu 2024 ini juga dinilai berkat kinerja dari Ketum Airlangga. Ketum Golkar yang sekaligus menjabat sebagai Menko Perekonomian tersebut kerap mendorong program bansos. Sehingga ini bisa menjadi kekuatan besar dalam menarik hati masyarakat Indonesia.

beras