Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

7 Teladan Rasulullah Kepada Istrinya yang Patut Ditiru

7 Teladan Rasulullah Kepada Istrinya yang Patut Ditiru



Berita Baru, Surabaya – Teladan Rasulullah kepada istrinya memang sudah sepantasnya kita jadikan contoh yang baik.  Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang baik bagi setiap umat Islam, terutama bagi para suami.

Sikap Rasulullah terhadap istrinya sangatlah baik. Selain memberikan kasih sayang yang melimpah, Rasulullah SAw juga terlibat langsung dalam membantu istrinya, sesuai dengan yang dijelaskan dalam sebuah hadis.

Tidaklah beliau itu seperti manusia pada umumnya, beliau menjahit bajunya, memerah kambing dan melayani dirinya sendiri.” (HR. Tirmidzi).

Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Sebagai umat, kita harus mencontoh dan memetik teladan dari beliau, termasuk dalam kehidupan berumah tangga. 

Bagaimana suami memperlakukan istrinya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari dan diimplementasikan.

1. Mencium Istri Sebelum Pergi

Salah satu gestur romantis Nabi Muhammad adalah kebiasaan mencium istrinya sebelum meninggalkan rumah untuk melaksanakan sholat. Tindakan ini mencerminkan ekspresi cinta dan kelembutan beliau terhadap istri-istrinya. Rasulullah SAW tidak ragu untuk menunjukkan kasih sayangnya dengan tindakan-tindakan kecil seperti ini.

2. Menghibur Istri yang Sedang Sedih

Mengutip laporan dari NU Online, Nabi Muhammad SAW terkenal dengan kemampuannya dalam menghibur istri yang sedang mengalami kesedihan. Beliau tidak hanya mendengarkan keluhan istri-istri beliau, tetapi juga memberikan dukungan, menghapus air mata mereka, dan menggantikannya dengan senyuman. 

Sebuah kisah menarik menggambarkan sikap ini. Pada suatu kesempatan, Hafshah binti Umar bin Khattab menggunakan kata-kata yang menyakitkan kepada Shafiyyah, salah satu istri Nabi. Ketika Shafiyyah menangis, beliau menghiburnya dengan mengingatkan bahwa Shafiyyah adalah putri seorang nabi, dan dengan penuh kasih sayang memberinya dukungan.

3. Sosok yang Romantis

Memiliki sifat romantis juga merupakan teladan Rasulullah kepada istrinya. Selain menjadi pendengar yang baik, Nabi Muhammad juga dikenal sebagai sosok yang romantis dalam menjaga hubungan cinta dengan istri-istrinya. 

Beliau sering menunjukkan kasih sayangnya melalui tindakan-tindakan romantis, seperti menggigit daging dari bekas gigitan istri beliau, minum dari gelas yang sama, dan mengajak istri-istri beliau untuk berjalan-jalan bersama sambil berbincang pada malam hari. Sikap romantis ini tidak luntur walaupun beliau adalah seorang nabi dan rasul.

4. Memberikan Pujian kepada Istri

Pujian adalah salah satu cara yang efektif untuk menunjukkan apresiasi dan kebaikan hati terhadap pasangan. Nabi Muhammad SAW memberikan contoh bagaimana memberikan pujian kepada istri bisa menjadi bagian dari keseharian.

Beliau memanggil Aisyah dengan sebutan sayang “Humaira” yang berarti “pipi yang kemerah-merahan”, menunjukkan kasih sayang dan penghargaannya terhadap istri beliau.

5. Ikut Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Ini juga merupakan teladan Rasulullah kepada istrinya. Meskipun pekerjaan rumah tangga sering kali dianggap tanggung jawab istri, Nabi Muhammad SAW tidak pernah ragu untuk turun tangan membantu. 

Beliau menjalankan tugas-tugas rumah tangga seperti mengesol sandal, menjahit pakaian, dan mengangkat air, menunjukkan kerjasama dan keterlibatan aktif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah tangga.

6. Melibatkan Istri dalam Kondisi Penting

Ketika menghadapi situasi penting, Nabi Muhammad sering mencurahkan isi hatinya kepada istri-istrinya dan mencari solusi bersama-sama. Salah satu istri beliau, Ummu Salamah, sering menjadi teman curhat dan diskusi yang cerdas. 

Sebagai contoh, ketika Nabi Muhammad menandatangani Perjanjian Hudaibiyah, beliau merasa kesal karena sikap para sahabat yang tidak mengikuti perintahnya. Setelah menceritakan kekesalannya kepada Ummu Salamah, beliau mengambil tindakan yang bijaksana, dan pada akhirnya, sahabat-sahabat yang lain pun mengikuti tindakan beliau.

7. Tidak Memukul dan Menyakiti Istri

Tidak pernah menyakiti istri juga merupakan teladan Rasulullah kepada istrinya yang bagus kita tiru. Dalam sebuah insiden, ketika Sayyidah Aisyah berbicara dengan nada tinggi kepada Nabi Muhammad, ayahnya, Abu Bakar, bereaksi ingin memukul Aisyah. 

Namun, Nabi Muhammad mencegahnya dan menunjukkan bahwa tidak ada tempat untuk kekerasan dalam hubungan suami-istri. Beliau menegaskan bahwa beliau tidak ingin istri beliau tersakiti, bahkan jika itu dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri.

Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan pentingnya menjaga penampilan di hadapan istri dengan contoh pribadinya. Beliau selalu bersiwak sebelum memasuki rumah, menunjukkan kepedulian dan kesadaran akan kebersihan pribadi. Ini adalah sikap yang menunjukkan penghargaan dan perhatian terhadap istri serta menjaga hubungan tetap segar dan bersemi.

Dari kisah-kisah dan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang romantisme dan hubungan suami-istri, kita dapat mengambil banyak pelajaran tentang pentingnya pengertian, perhatian, serta kasih sayang dalam menjaga hubungan pernikahan yang bahagia dan sehat. Semoga kita dapat meneladani sikap-sikap mulia beliau dan teladan Rasulullah kepada istrinya dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan pasangan kita.

beras