Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Kelompok 32, Optimalisasi Pemasaran Online di Cafe Nol Kilometer, Kabupaten Jember

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Kelompok 32, Optimalisasi Pemasaran Online di Cafe Nol Kilometer, Kabupaten Jember



Berita Baru Jatim, Jember — KKN III Back To Village Universitas Jember kembali digelar.

Alfananda Novalira Fajar, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia yang sedang menempuh KKN BTV 3 mengambil topik Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak COVID-19 di Pujasera Tradisional Semanggi atau biasa disebut Cafe Nol Kilometer yang berletak di Desa Tegal Boto Lor, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Menurut Nanda, (30/09) Pujasera Tradisional Semanggi atau lebih dikenal dengan sebutan Cafe Nol Kilometer pernah mendapat beberapa penghargaan salah satunya yaitu Program Pemberdayaan PKK dan Karangtaruna.

“Hal unik lainnya yaitu cafe ini menerapkan konsep usaha serba Rp. 5000 mulai dari minuman hingga makanan. Selain itu, pada pukul 16.00 Cafe Nol Kilometer selalu melakukan penghormatan pada bendera Indonesia serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia,” jelasnya.

Nanda juga menambahkan, Jika Abraham Hendracipta selaku pengelola Cafe Nol Kilometer mengatakan bahwa hal tersebut diadakan karena beliau melihat nilai-nilai nasionalisme para pemuda yang mulai luntur. Beliau berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat membangkitkan kembali rasa cinta kepada bangsa.

“Seiring dengan datangnya pandemi COVID-19 pada tahun 2019, usaha cafe Nol Kilometer mengalami penurunan pendapatan hingga 70%. Salah satu faktor penurunan pendapatan usaha ini yaitu penerapan PPKM Jawa-Bali yang hingga saat ini masih diperpanjang,” tutur Nanda.

Oleh sebab itu, Nanda merancang beberapa program kerja yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan di cafe Nol Kilometer.

“Program kerja yang pertama yaitu pengenalan pemasaran online, kedua optimalisasi desain di sosial media dan ketiga adalah sistem pembayaran online,” tambah Nanda.

Nanda berharap sumbangsih dan pendampingan yang dilakukannya dapat berdampak baik bagi sasaran.

beras