Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gandeng Kominfo RI, PKC KOPRI Jawa Timur Gelar Seminar Peningkatan Literasi Digital di Era Politik

Gandeng Kominfo RI, PKC KOPRI Jawa Timur Gelar Seminar Peningkatan Literasi Digital di Era Politik



Berita Baru, Surabaya – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Korps PMII Putri (KOPRI) Jawa Timur dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI melakukan kolaborasi dalam kegiatan yang bertajuk “Bijak Bermedia Digital di Tahun Politik”, pada Sabtu (17/6/2023).

Kegiatan yang bertempat di Aula PWNU Jawa Timur ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan media sosial, politik, dan cara berinteraksi secara positif di dunia digital.

Gandeng Kominfo RI, PKC KOPRI Jawa Timur Gelar Seminar Peningkatan Literasi Digital di Era Politik

Dalam seminar yang diadakan, beberapa materi penting disampaikan oleh narasumber dari berbagai instansi terkait. Materi pertama disampaikan oleh Denty Puspita Meilani dari KOMINFO Jawa Timur. Dalam presentasinya, Denty menyampaikan bahwa 58,2% penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial, dengan 60,4% di antaranya menggunakan platform tersebut.

“Tingginya akses masyarakat terhadap media sosial menjadikannya sebagai kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dalam fakta yang disampaikan, diketahui bahwa 4 dari 10 penduduk Indonesia memiliki lebih dari satu akun media sosial,” ujarnya.

Selain itu, Denty juga menyoroti masyarakat Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 7 jam per hari di internet, termasuk dalam aktivitas menggunakan media sosial dan platform lainnya. Denty juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi dan keamanan akun media sosial serta memastikan informasi yang dibagikan adalah valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi kedua disampaikan Royin Fauziana dari KPID Jawa Timur yang membahas tentang pentingnya bersikap sopan, kritis, produktif, dan kreatif dalam berinteraksi di media sosial dan dunia nyata.

Royin menjelaskan bahwa dalam berekspresi di media sosial, ada berbagai pilihan seperti menggunakan kata-kata, gambar, video/film, atau tulisan. Dia juga mengingatkan tentang adanya “Fear of Missing Out (FOMO)” yang dapat menyebabkan kecanduan media sosial. 

Kecanduan ini harus diatasi dengan menjaga jarak dengan bijak dan tetap waspada dalam menggunakan platform digital.

“Sisi positif internet yang dapat meningkatkan peradaban, namun tetap perlu waspada terhadap penggunaannya,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan tentang bahaya penyebaran hoaks melalui media sosial yang dapat mempengaruhi proses politik. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk menjadi kritis terhadap informasi yang dibagikan dan diterima.

Materi ketiga disampaikan Zainuddin Abror, pendiri positivecreative.id, sebuah startup website. Zainuddin menjelaskan bagaimana media sosial dapat menjadi sarana untuk meningkatkan demokrasi.

Dia menekankan pentingnya sosial media dalam mengedukasi masyarakat tentang demokrasi. Namun, Zainuddin juga mengingatkan tentang efek negatif dan tantangan yang terkait dengan media sosial, seperti penyebaran hoaks, filter bubble (pemusatan pandangan dalam ruang diskusi), dan manipulasi politik.

“Perlunya sikap kritis terhadap informasi yang dibagikan dan diterima di media sosial. Beberapa hal positif dalam bermedia sosial, antara lain membagikan informasi berkualitas dari sumber yang terpercaya, mempromosikan kreativitas, menyebarkan inspirasi dan motivasi, serta menjaga etika dan kesopanan dengan tidak menyebarkan hoaks,” jelas Zainuddin.

Gandeng Kominfo RI, PKC KOPRI Jawa Timur Gelar Seminar Peningkatan Literasi Digital di Era Politik

Dalam rangka meningkatkan literasi digital dan pemahaman yang lebih baik terhadap media sosial, KOPRI PKC PMII Jawa Timur dan Kominfo RI berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menyikapi isu-isu politik yang ada di dunia digital. 

Dengan adanya pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat bermedia sosial dengan bijak, mempromosikan informasi yang valid, dan berkontribusi dalam membangun demokrasi yang lebih baik di era digital.

beras