Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Laut, Nyawa Anak Cucu
Ilustrasi. Sumber: Istimewa

Laut, Nyawa Anak Cucu

Cerita Seorang Nelayan

Dahulu kala saat mencari ikan 
Ketika masih sekolah  
Tatkala sudah sampai di tengah laut 
Perahu melambai-lambai oleh terpaan ombak  
Dan nelayan 
Segera menghidupkan lampu tâlempèknya di atas perahu 
Menjadi tanda bahwa ada nelayan sedang beraktifitas 
Menjadi penerang menuju jalan pulang 
Agar tidak tersesat di lubang kematian 
Karena bisa saja diendus oleh perahu besar pengangkut batu bara 
Saat aktivitas mencari ikan sedang asik-asiknya

Dahulu kala 
Sering terjadi tabrakan-tabrakan kecil dengan sesama nelayan 
Tapi tidak sampai kecelakaan, dan 
Nelayan menutup ceritanya 
Ketika mengingat saudara seperjuangannya 
Yang kecelakaan di laut. 

Hidup yang Tergadaikan 

Tiada lagi harapan yang masih bisa dibayangkan 
Semua pada sela waktu akan berubah menjadi; selusin gelas, piring, mangkok, termos, panci, kalung, gelang, anting, cincin, sepetak selimut, surat motor, surat tanah, dan satu nyawa
Untuk melanjutkan kehidupan disaat mengaburnya bau amis ikan di tangan.

Di Matamu 

Sumber mata air di tengah tanah tandus 
Tempat anak istrimu menghilangkan haus
Di matamu 
Kail pancing berkarat bersemayam 
Di matamu 
Jaring ikan menjadi alis 
Melengkung sepanjang hari 
Di matamu 
Ikan-ikan kecil maupun besar bersarang 
Di matamu 
Kecibak air mata begadang  
Di matamu
Keranda kecil menuju fana 
Di matamu 
Adalah perahu-perahu yang mengulur jangkarnya 
Di matamu 
Adalah malam dan siang yang dihabiskan di tengah lautan

Biografi Penulis 

Muhammad Sufyan, lelaki yang lahir disaat percik cahaya matahari baru saja muncul pada tgl. 17 Agustus 1996. Ia menamatkan sekolah dasarnya di desa Wonoboyo kabupaten Bondowoso (kampung halamannya), kemudian setelah lulus SD, Ia melanjutkan belajarnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, disana Ia sekolah MTS, dan lalu lanjut MA Nurul Jadid. Selama enam tahun Ia belajar di Pesantren. Setelah Lulus, kemudian Ia melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi di Jember, mengambil jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember.


beras