Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Buat Portal Informasi Desa dalam Upaya Pencegahan Covid-19

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Buat Portal Informasi Desa dalam Upaya Pencegahan Covid-19

beras

Berita Baru Jatim, Bondowoso – KKN Back To Village ke-3 Universitas Jember telah digelar. Salah satu tempat KKN yang dipilih oleh salah satu mahasiswa adalah Desa Traktakan yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Pemilihan tempat KKN ini disesuaikan dengan daerah domisili.

“Saya memilih Desa Traktakan karena kurangnya informasi mengenai Covid-19 baik dalam informasi pencegahan Covid-19, masyarakat rentan Covid-19 maupun masyarakat terdampak Covid-19 mengakibatkan kurangnya kewaspadaan masyarakat desa,” kata Hasna Hanuun, Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ, Rabu (25/8).

Adanya bencana pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya Social Distance berdampak pada upaya yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan refocusing model KKN yang akan dijalankan. Program KKN Back to Village merupakan suatu program dimana mahasiswa akan melakukan pengabdian di desa masing-masing secara individu untuk menghindari kerumunan.

Hasna Hanuun dengan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu drg. Agustin Wulan Suci D., MDSc berinisiatif untuk membuat portal informasi desa yang dapat digunakan sebagai penghubung komunikasi antara Kantor Desa Traktakan dengan masyarakat. Dalam portal informasi tersebut memuat hal-hal terkait sistem pelayanan, kegiatan-kegiatan desa, informasi terkait pencegahan Covid-19 dan data-data terkait Covid-19 sehingga masyarakat dapat turut memantau perkembangan keadaan Desa Traktakan.

Hasna Hanuun menjelaskan bahwa wabah pandemi Covid-19 berdampak pada proses pelayanan di Kantor Desa. Ketatnya protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah mengharuskan Kantor Desa untuk melakukan pelayanan dengan sistem daring.

“Oleh sebab itu dengan adanya website resmi desa sebagai portal informasi desa dapat meminimalkan resiko kesehatan penduduk dan aparat desa saat melakukan pelayanan. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Hasna Hanuun.

beras