Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV III UNEJ Dampingi Penguatan literasi Komputer Perangkat Desa di Kampung Halaman

Mahasiswa KKN BTV III UNEJ Dampingi Penguatan literasi Komputer Perangkat Desa di Kampung Halaman


Berita Baru Jatim, Bondowoso – Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa disingkat dengan KKN adalah program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh lembaga Pendidikan tinggi Universitas Jember melalui pendekatan teori maupun praktik ilmu pengetahuan, teknologi, ataupun seni yang dilaksanakan di daerah setingkat desa ataupun kelurahan.

KKN yang biasanya dilaksanakan secara offline dengan terjun langsung ke lapangan secara berkelompok saat ini tidak bisa terlaksana sebagaimana mestinya. Di masa pandemi covid-19 ada sebuah inovasi baru yaitu KKN Back to Village yaitu program KKN dimana kegiatannya dilakukan secara mandiri dan dilaksanakan di kampung halaman masing-masing. Kegiatan ini dilakukan selama tanggal 11 Agustus 2021 hingga 09 September 2021.

Pada KKN BTV III kali ini Universitas Jember menerjunan lebih dari 3000 mahasiswa yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Salah satu mahasiswi yang menjadi peserta dalam KKN BTV III ini adalah Savira Dwi Erlangga dari kelompok 14 dengan dosen pembimbing lapangan dr. Yudha Nurdian,M.Kes. Selain sasaran dan tempat yang cukup berbeda dengan kegiatan offline biasanya, pada KKN BTV III ini juga memiliki beberapa topik untuk diangkat menjadi suatu program kerja. Salah satu topik yang diangkat adalah “Literasi Desa di Masa Pandemi Covid-19”.

“Saya sendiri membuat program kerja “Peningkatan Skill Penggunaan Software kepada Perangkat Desa di Desa Sumbersari Kecamatan Maesan”. Lokasi yang menjadi sasaran KKN BTV III ini adalah Desa Sumbersari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso dikarenakan desa tersebut adalah desa asal saya,” ujar Savira kepada Beritabaru.co , Selasa (24/8)

Kegiatan tersebut dilakukan karena salah satu permasalahan yang ada di Desa Sumbersari kurang pengetahuan mengenai computer. “Banyak sekali dari masyarakat disini yang belum bisa ataupun belum fasih dalam mengoperasikan computer,” sebut Savira.

“Khususnya untuk perangkat desa di Balai Desa Sembersari ini tidak semua bisa mengoperasikan komputer apalagi menggunakan Ms.Word. padahal hal ini adalah sesuatu yang sangat penting dan berguna untuk digunakan sehari-hari dalam hal pekerjaan ataupun hal lainnya,” tambahnya.

Dalam menjalankan program kerja tersebut ia melakukan beberapa tahapan yang pertama adalah berkonsultasi mengenai program tersebut untuk dilaksanakan ke kepala desa. Tahapan selanjutnya adalah dengan mulai menyusun modul untuk diajarkan kepada perangkat desa agar materi-materi yang telah diajarkan dapat dibuka kembali apabila suatu saat nanti lupa.

Setelah membuat modul kemudian baru melakukan sosialisasi dan praktek langsung oleh perangkat desa selama beberapa pertemuan secara offline dan online. “Dilihat pada awal pertemuan yang telah saya lakukan,denganpara perangkat desa mereka sangat tertarik dan senang apabila diajarkan mengenai hal tersebut ,” kata Savira.

“Diharapkan dari diadakannya program ini para perangkat desa dapat fasih dalam pengoperasian software yang telah diajarkan dan dapat diimplementasikan saat bekerja,” pungkas Savira.

beras