Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN UNEJ Gelar POS Taman Baca, Asah Literasi Bocil di Desa Tercinta

Mahasiswa KKN UNEJ Gelar POS Taman Baca, Asah Literasi Bocil di Desa Tercinta

beras

Berita Baru Jatim, Bondowoso – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back To Village 3 Kelompok 14 dengan DPL dr. Yudha Nurdian, M.Kes. Melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mendukung Gerakan Literasi Desa (GELIDA) dengan menggelar Taman Baca untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekitar. Pelaksanaan KKN BTV III UNEJ dilaksanakan sejak mulai 11 Agustus – 9 September 2021 yang dilaksanakan di Desa Wringin, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso.

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu kejadian yang sangat tidak terduga, sudah hampir 2 tahun pandemi ini belum juga reda, banyak sektor terkena dampak dari pandemi ini, salah satunya adalah sektor pendidikan, akses dan kesempatan belajar di sekolah mulai dilakukan secara online akibat pandemi Covid-19 ini, sehingga banyak sekali pelajar melakukan kegiatan belajar-mengajar dirumah saja.

Berdasarkan hasil survey masyarakat terdampak Covid-19, Ibu Rukniati, menjelaskan bahwa “Dengan adanya kebijakan daring ini menjadikan siswa malas untuk belajar. Siswa saat ini cenderung bermain game online” ujarnya. Pandemi ini membuat semuanya berubah dan membuat orang tua siswa menjadi bingung bagaimana cara membuat siswa lebih giat untuk belajar.

Dengan ini Akbar Febriansyah, selaku mahasiswa KKN BTV 3 Universitas Jember, mempunyai keinginan besar untuk meningkatkan minat literasi siswa melalui kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Program Taman Baca tersebut menjadi tempat bagi siswa untuk belajar, membaca dan juga sharing tentang permasalahan belajar selama masa Pandemi Covid-19.

Berikut Program kerja untuk membantu masyarakat guna meningkatkan semangat literasi siswa, diantaranya adalah melakukan pelatihan seperti pelatihan menulis puisi, pelatihan ini diharapkan siswa mampu mengerti cara menulis puisi yang baik dan benar, dan mampu meningkatkan kreativitasnya dalam menuangkan sebuah karya puisi.

Pelatihan kedua adalah membaca puisi, pelatihan ini dilakukan agar siswa mampu mengerti cara membaca puisi mulai dari intonasi, ekspresi, gaya bahasa dan penghayatan sehingga siswa mampu mengimplementasikan cara membaca yang baik dan benar. dan pelatihan selanjutya adalah pemanfataan botol bekas menjadi tempat pensil, proses pelatihan sangat diharapkan siswa mampu memulai melakukan sesuatu kegiatan yang lebih bermanfaat dan mampu meningkatkan kemampuannya dalam berkarya memanfaatkan barang bekas.

Dengan adanya pelatihan tersebut siswa diharpakan mempunyai kebiasaan baru untuk meningkatkan minat literasi, sehingga proses pembelajaran di masa pandemi ini jauh lebih bermanfaaat, dan juga mampu meningkatkan pola pikir siswa dalam menuangkan sebuah karya.

beras