Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

paul scholes
Paul Scholes menilai Rangnick gagal jadi pelatih Manchester United

Manchester United Gagal Menang, Paul Scholes Nilai Rangnick Gagal Jadi Pelatih

beras

Berita Baru, Sepakbola – Legenda Manchester United, Paul Scholes memberikan kritikan pedasnya kepada Ralf Rangncik yang gagal membawa timnya menang di laga pekan ke-25 Liga Inggris, Sabtu (12/2/22) kemarin.

Manchester United hanya bisa bermain imbang 1-1 dalam laga kontra Southampton. Hasil tersebut menuai banyak kritikan pedas. Bahkan Paul Scholes menuding jika Setan Merah salah tunjuk pelatih.

Menurut Scholes, Ralf Rangnick lebih cocok menjadi direktur olahraga daripada menjadi pelatih. Pasalnya, Rangnick belum bisa membawa Manchester United meraih kemenangan secara konsisten.

Hasil imbang terus berulang dalam perjalanan Setan Merah musim ini.

“Ini adalah tujuh hari yang buruk, ini benar-benar enam atau tujuh bulan yang buruk. Saya pikir musim ini tidak cukup baik. Pemecatan Ole seolah tidak direncanakan dengan baik,” ujar Paul Scholes dilansir dari Manchester Evening News.

“Padahal semua harus direncanakan dengan baik agar dapat menghidupkan kembali klub sepak bola yang sedang terseok-seok,” sambungnya lagi.

Meski demikian, Paul Scholes menegaskan bahwa bukan berarti dirinya membenci Ralf Rangnick. Scholes hanya merasa jika Rangnick kurang pengalaman dalam hal melatih klub besar.

“Jangan salah paham, saya suka pria itu, dia tampil baik, tapi dia tampak seperti dia kurang pengalaman dalam lima atau enam tahun terakhir. Performa mereka hari ini sangat berbeda saat melawan Southampton,” kata legenda Manchester United tersebut.

Pengakuan Paul Scholes

Paul Scholes juga sempat menganalisa apa saja kekurangan Manchester United di laga kontra Southampton.

“Tim lawan tampil brilian, pelatihan, metode, dan gaya permainan mereka fantastis. Anda melihat permainan Manchester United kurang terarah,” ucap Scholes. 

McTominay dibiarkan sendiri di lini tengah, Pogba pergi sendiri di lini tengah, di mana Bruno Fernandes bermain, saya tidak tahu,” sambungnya lagi.

“Dia bermain di seluruh lapangan, pemain sayap tidak bekerja cukup keras, ini tidak selalu tentang penguasaan bola, terkadang Anda harus melakukan hal-hal buruk yang membuat lawan kewalahan. Satu tim memiliki pelatih yang tepat, tim lain memiliki direktur olahraga yang kurang cocok,” pungkasnya.

Performa yang kurang konsisten membuat Manchester United masih kesulitan untuk menembus peringkat empat besar di dalam klasemen sementara Liga Inggris. Setan Merah ini menduduki peringkat kelima dengan perolehan 40 poin.

beras