Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menunggu Janji Surya Paloh Bubarkan NasDem
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat Deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai NasDem resmi mengusung Anies Baswedan maju jadi capres untuk Pemilu 2024. FOTO: MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS

Menunggu Janji Surya Paloh Bubarkan NasDem



Berita Baru, Surabaya – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh pernah berjanji akan membubarkan partainya jika ada kadernya terjerat kasus korupsi.

“Kami tidak mau sebut-sebut oknum. Kalau ada anggota kami terkait tindakan tercela, partai akan bertanggung jawab. Tidak layak Partai Nasdem dipertahankan (bila ada yang terbukti korupsi),” kata Surya Paloh, usai membuka pembekalan caleg Partai Nasdem, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada Senin, 3 Juni 2015.

Dia berjanji partainya tidak akan cuci tangan bila ada kader yang tersangkut kasus pidana. Bahkan Surya Paloh juga berjanji akan mengevaluasi keberadaan Partai NasDem jika ada kadernya yang tersangkut korupsi. Dengan tegas, saat itu Surya Paloh menyampaikan bahwa Partai NasDem tidak layak dipertahankan.

Terbaru, Kejaksaan Agung pada 17 Mei 2023 menetapkan Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate sebagai tersangka korupsi proyek BTS Kemenkominfo dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp 8 triliun. Johnny yang menjabat sebagai Menkominfo tersebut terancam penjara seumur hidup.

Jawaban Surya Paloh

Surya Paloh menjawab di hadapan jurnalis saat konferensi pers hari Rabu 17 Mei 2023 terkait janji bubarkan partai NasDem jika ada salah satu dari kadernya yang terjerat kasus korupsi.

Jawaban Paloh tidak tegas dan jelas apakah NasDem dibubarkan atau tidak. Namun jika ditangkap dari bahasa yang ia gunakan, Paloh mengindikasikan tidak akan membubarkan partainya.

Sebaliknya, Paloh mengingatkan agar tidak melihat keburukan Partai NasDem saja. Terlebih kasus yang menjerat kadernya.

Kemudian Paloh menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menjamin soal tingkah laku kadernya. Pasalnya kasus serupa atau yang lainnya bisa kembali terulang.

Alih-alih membubarkan partai, Paloh menyebut niat baik NasDem tidak pernah dilirik. Dengan menggebu-gebu, Paloh mengaku tidak ada yang mengapresiasi partai yang memiliki komitmen sesungguhnya terhadap bangsa dan negara.

beras