Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Omzet Menurun, Mahasiswa KKN BTV UNEJ Bantu UMKM

Omzet Menurun, Mahasiswa KKN BTV UNEJ Bantu UMKM

Berita Baru Jatim, Lumajang – Pada hari Kamis, 12 Agustus 2021, melalui media zoom sebanyak 3.707 mahasiswa Universitas Jember telah dilepaskan oleh Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng selaku Rektor Universitas Jember untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back to Village 3.

Kegiatan KKN ini dilaksanakan mulai tanggal 11 Agustus 2021 hingga 9 September 2021 di daerah masing – masing mengingat pelaksanaannya berada di tengah – tengah pandemi COVID19.

Dalam KKN tahun ini terdapat lima topik yang dapat dipilih oleh mahasiswa Universitas Jember, di antaranya program pemberdayaan masyarakat terdampak COVID19, program inovasi teknologi/ informasi dalam penanganan COVID19, program pemberdayaan BUMDES/ jaring pengaman desa penanganan COVID19, program literasi desa pada masa pandemi COVID19, dan program penanganan stunting dan AKI AKB.

Nafilah Annuriyah, salah satu mahasiswa KKN Back to Village 3 Universitas Jember, memilih topik program pemberdayaan masyarakat terdampak COVID19 di Kelurahan Jogotrunan, Lumajang, Jawa Timur.

“Karena pandemi COVID19, banyak UMKM yang mengalami penurunan pendapatan di daerah Lumajang. Oleh karena itu saya memilih topik ini untuk membantu UMKM tersebut,” ungkap Nafilah kemarin.

Nafilah dibimbing oleh Bapak Andrew Setiawan Rusdianto, S.TP., M.Si. selama menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa KKN Back to Village 3.

Pandemi COVID19 mengakibatkan adanya kebijakan baru dari pemerintah berupa anjuran agar masyarakat tetap berada dirumah dan membatasi pergerakan masyarakat dengan PSBB dan PPKM.

Kebijakan ini juga diterapkan di Lumajang, Jawa Timur mengingat angka masyarakat yang terdampak COVID19 cukup tinggi. Pembatasan sosial masyarakat menyebabkan banyak UMKM yang mengalami penurunan omzet, salah satunya UMKM rajutan milik Ibu Rini.

“Sebelum adanya pandemi, saya biasa menjual produk setiap minggu di Alun – Alun Lumajang saat Car Free Day atau mengadakan pameran di Alun – Alun Lumajang. Namun, karena PSBB dan PPKM, saya hanya bisa membuat produk saja tanpa menjualnya. Inginnya saya jual ke luar kota juga, tetapi saya kurang mengerti cara pemasarannya,” kata Ibu Rini kemarin.

Ia mengungkapkan permasalahanya. Kendala ini yang menyebabkan Ibu Rini mengalami penurunan omzet penjualan. Hal inilah yang mendorong Nafilah untuk membantu UMKM rajutan dalam meningkatkan omzet penjualannya.

Selama 30 hari, program kerja yang dijalankan oleh Nafilah untuk meningkatkan omzet penjualan UMKM berupa pemanfaatan media online untuk mencari desain produk terkini yang banyak diminati masyarakat dan dapat digunakan saat pandemi COVID19. Selain itu, juga dilakukan edukasi penggunaan media E-commerce untuk memasarkan produk.

“Melalui KKN ini, saya berharap dapat membantu UMKM rajutan Ibu Rini untuk menghasilkan produk yang lebih bervariatif dan dapat meningkatkan pendapatan usaha.” Ujar Nafilah.

beras