Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PKC PMII Jatim Menyayangkan Tindakan Represif Aparat

Berita Baru Jatim, Surabaya — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur menyayangkan tindakan represif aparat terhadap aksi PMII Jember yang menyampaikan aspirasinya bersama petani Puger di depan Pemkab Jember dalam aksi penolakan pemindahan saluran irigasi oleh PT. Semen Imasco Asiatic, Senin siang (09/03).

“Tidak sepatutnya aparat melakukan tindakan represif terhadap aksi PMII Jember yang menyebabkan para mahasiswa terluka dan 6 mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit,” ungkap sekretaris gerakan PKC PMII Jawa Timur, Lukman Hakim, Selasa (10/03) kepada Beritabaru.co di Surabaya.

Menurutnya sumber kericuhan antara aparat kepolisian dengan massa aksi karena tidak ditemui oleh bupati Jember Faida.

“Insiden pemukulan ini persis terjadi di depan Pemkab Jember, seharusnya bupati menemuinya bukan justru menghindar,” ungkapnya.

Lukman menegaskan aksi PMII Jember bersama petani puger merupakan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan bentuk kritik kepada perusahaan PT. Semen Imasco Asiatic.

“Jauh-jauh hari sebelum aksi ini digelar, PMII Jember sudah terjun langsung di lokasi untuk observasi dan mengumpulkan data,” ungkapnya.

Ia menegaskan seharusnya aparat menggunakan pendakatan yang humanis bukan dengan kekerasan. “Apabila aparat sudah melakukan kekerasan terhadap mahasiswa, membuktikan masa depan demokrasi kita sedang memprihatinkan,” ungkapnya.

Kami berharap atas terjadinya insiden tersebut, meminta kepada Polda Jawa Timur dan Polri untuk mengusut tuntas dan memberikan sanksi terhadap oknum kepolisian yang melakukan pemukulan terhadap para demonstran.

Ia menambahkan tindakan arogansi aparat tersebut tidak dibenarkan. “Kami minta pada Kapolres Jember bertanggung jawab dan menjujung tinggi Tribrata Polri “, pungkasnya.

beras