Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Rapat AKD DPRD Panas, PMII Probolinggo: Persoalan Rakyat Tak Pernah Dibahas Sampai Sengit, Memalukan!
Ketua PC PMII Probolinggo, Zia Ulhaq. (Dok. Foto: Beritabaru.co)

Rapat AKD DPRD Panas, PMII Probolinggo: Persoalan Rakyat Tak Pernah Dibahas Sampai Sengit, Memalukan!

Berita Baru, Probolinggo – Rapat perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo berjalan panas, Kamis (07/04/2022). Perdebatan sengit, hujan interupsi, gebrak meja mewarnai rapat paripurna itu.

Kondisi itu membuat, Sugito, Ketua Fraksi Nasdem, ditandu keluar ruang sidang. Kabarnya ia mengalami serangan jantung. Oka Mahendra Jati Kusuma, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo mengatakan, memanasnya rapat paripurna tersebut dipicu dengan adanya dua Fraksi, yakni PKB dan Golkar, yang mengaku tidak menerima surat pemberitahuan terkait adanya rapat paripurna yang beragendakan perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itu.

“Jadi kita masih belum masuk ke dalam substansi permasalah sebenarnya tadi itu, ini mengenai agenda surat menyurat, jadi ada beberapa fraksi tadi yang berpendapat bahwa tidak mendapatkan surat secara resmi terkait dengan kegiatan pada hari ini, sehingga terkesan ada beberapa fraksi yang terkesan tidak diperlakukan sama dengan fraksi-fraksi yang lain,” jelasnya.

Zia Ulhaq, Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo menyayangkan rapat paripurna itu. Ia mengatakan bahwa sikap yang dipertontonkan itu tidak mencerminkan wakil rakyat.

Sebab, pria yang akrab disapa Yayak ini menilai, tugas DPRD itu membentuk peraturan-peraturan demi kepentingan dan aspirasi rakyat. “Paripurna AKD itu kan lebih mengarah kepada bagi-bagi jabatan. Dan sialnya, kisruh yang kemarin justru bukan substansi. Hanya persoalan administrasi,” kata Yayak kepada Beritabaru.co, Jumat (8/4).

Mahasiswa Universitas Nurul Jadid ini menegaskan, seharusnya yang jadi prioritas itu program-program untuk kepentingan rakyat.

“Menjadi sebuah kesalahan jika program yang diprioritaskan hanya sebuah kepentingan golongan, yaitu partai.”

Padahal, kondisi rakyat hari ini, kata Yayak, ditimpa pelbagai kesulitan. Persoalan lingkungan hidup, pertanian dan kesejahteraan masyarakat, Yayak menegaskan, tak pernah dibahas sampai gontok-gontokan.

“Malah berantem soal rebutan jabatan. Sangat memalukan,” tegasnya.

beras