Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

67 Kerbau di Lumajang Terjangkit PMK

67 Kerbau di Lumajang Terjangkit PMK

beras

Berita Baru, Lumajang – Tak Hanya sapi, kerbau juga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Di Kabupaten Lumajang tercatat ada 67 ekor kerbau yang terjangkit PMK. Angka itu tersebar di beberapa desa dengan jumlah terbanyak kerbau terjangkit PMK adalah Desa Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang.

Kerbau-kerbau milik warga itu biasanya berendam di salah satu sungai. Namun, kini terpaksa harus dipisagkan untuk menekan wabah PMK agar tidak meluas.

Yanto, salah satu peternak kerbau mengaku tiga kerbau miliknya terjangkit PMK sejak empat hari lalu. Ia mlihat kerbaunya mengalami gejala tidak nafsu makan, kuku membengkak, hingga kerbau itu mengeluarkan air liur dan lidahnya mengalami luka-luka.

“Sudah dapat 4 hari yang sakit. Saya tahunya saat memberi makan. Lukanya di mulut, hidung, dan kaki,” ujar Yanto kepada detikJatim, Selasa (24/5/2022).

Kejadian serupa juga dialami kerbau milik Kholil. Gejalanya pun sama. Kerbau terus megeluarkan lendir dari hidung dan mulut. Kakinya pun bengkak. Kondisi itu membuat jalan kerbau miliknya pincang.

Pemerintag Desa Banyu Putih Kidul mencarat, lebih dari 28 ekor kerbau dinyatakan positif terpapar PMK. Tidak satu pun dari kerbau yang terjangkit PMK ditemukan mati. “Alhamdulilah enggak ada yang mati,” ujar Kepala Desa Banyu Putih Kidul Samsul Arifin.

CatatanDinas Pertanian Kabupaten Lumajang, penyebaran wabah PMK di Lumajang terus bertambah. Data yang ia himpun wabah PMK menjangkiti 926 sapi, 15 ekor domba, 42 ekor kambing, dan 67 ekor kerbau.

beras