Berita

 Network

 Partner

Anwar Sadad: Anak Muda Ditunggu Kontribusinya

Anwar Sadad: Anak Muda Ditunggu Kontribusinya

Berita Baru Jatim, Surabaya – H. Anwar Sadad, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim mengatakan peran pemuda milenial merupakan elemen bangsa yang diharapkan eksistensinya dan kontribusinya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Laporan BPS pada tahun 2020 mencatat, sebanyak 69,90 juta jiwa angkatan Milenial, 25,87 persen, atau seperempat lebih dari jumlah penduduk Indonesia.

Riset serupa juga dilakukan oleh Pusat Penelitian Politik LIPI di 34 provinsi terdapat data 40 persen atau sekitar 80 juta dari 185 juta pemilih dalam Pemilu 2019 didominasi generasi milenial.

Diperkirakan di pemilu 2024 akan meningkat menjadi 54 persen pemilih milenial dan Gen Z. “Saya berharap anak-anak muda mengambil peran penting karena mereka lah yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang,” harapnya.

Menurut Anwar Sadad Indonesia Emas tahun 2045 atau 20 tahun yang akan datang masanya anak-anak muda yang dididik sekarang. “Meraka yang proses hari ini nanti 2045 yang akan jadi pemimpin karena mereka berusia sekitar 40 sampai 50 tahun, masa-masa usia 40 menjelang 50 adalah masa emas”.

Sejarah mencatat kontribusi anak muda, ia melanjutakan, dimulai saat kemerdekaan bangsa. “Bung Karno menjadi presiden di usia 44, Bung Hatta menjadi Wakil Presiden pada kisaran usia yang tidak terlalu jauh, Sultan Syahrir menjadi perdana menteri pertama kali pada usia 36, dan ada Adam Malik menjadi ketua KNIP di usia 28 tahun,” katanya.

Berita Terkait :  Generasi Z, Generasi Informatif di Tengah Pandemi

Bagi Anwar Sadad, Indonesia memiliki hutang kepada anak-anak muda. “Bung karno dan bung Hatta diculik sama anak-anak muda di Rengasdengklok karena tidak sabar menunggu kemerdekaan.”

Ia melihat betapa peran anak muda hari ini dan masa lalu sudah terbukti mereka mempunyai peran yang sangat besar oleh Karena itu partai gerindra jaga elan vital anak muda harus dipertahankan. “Jadi ledakkan dalam bentuk gerakan mapun pemikiran.”

Beberapa tahun yang lalu Alvara melakukan survei dan hasilnya cukup membuat kaget hanya 22 persen dari kalangan milenial yang tertarik dengan kajian-kajian negara dan politik. “Itu artinya ada 78 persen dari mereka yang apatis terhadap politik,” tuturnya.

“Nah bagi saya tentu ini cukup menyesakkan dada karena kalau kita tidak cukup risorsis anak muda dalam pentas politik, yang kita khawatirkan politik akan diisi oleh orang-orang yang frame berpikirnya dan gerakan-gerakan politiknya tidak mencerminkan sesuatu pandangan-pandangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” lanjutnya.

Anwar Sadad, menilai, generasi milenial mempunyai kemampuan lebih dalam hal berkomunikasi, rasa ingin tahu tinggi dan mempunyai kelebihan bisa kolaborasi. Ketua DPD Partai Gerindra ini, ingin menjadi bagian dinamika anak muda. “Dalam bergagas dan beride,” harapnya.