Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Apa Penyebab Stunting?

Apa Penyebab Stunting?

Iklan PMB ITB Tuban


Berita Baru, Kesehatan – Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh di bawah rata-rata sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya. Hal ini disebabkan oleh kurang gizi yang berkelanjutan selama masa pertumbuhan, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan otak dan perkembangan intelektual. Lantas apa penyebab stunting?

Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. 

Melansir World Health Organization (WHO), penyebab stunting adalah gizi buruk, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial. Jika ketiga penyebab tersebut terjadi secara simultan dan terus-menerus pada 1.000 hari pertama hidup bayi, maka akan menyebabkan stunting.

Kejadian stunting pada anak merupakan suatu proses komulaif menurut beberapa penelitian, yang terjadi sejak kehamilan, masa kanak-kanak dan sepanjang siklus kehidupan. Proses terjadinya stunting pada anak dan peluang peningkatan stunting terjadi dalam 2 tahun pertama kehidupan.

Menurut UNICEF banyak faktor yang menyebabkan terjadinya keadaan stunting pada anak. Faktor penyebab stunting ini dapat disebabkan oleh faktor langsung maupun tidak langsung. Penyebab langsung dan penyebab tidak langsungnya.

Stunting diakibatkan oleh banyak faktor, seperti ekonomi keluarga, penyakit atau infeksi yg berkali-kali. Kondisi lingkungan, baik itu polusi udara, air bersih bisa juga mempengaruhi stunting. 

Tidak jarang pula masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, seperti masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan.

Penyebab utama stunting adalah kurang gizi yang berkelanjutan, yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya akses terhadap makanan yang bergizi, kurangnya air bersih dan sanitasi yang baik, serta infeksi yang berulang.

Kurang gizi adalah penyebab utama stunting, khususnya kurang gizi protein dan energi. Makanan yang tidak cukup bergizi dapat menyebabkan anak-anak kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang sehat. Ini dapat menyebabkan anak-anak mengalami keterlambatan pertumbuhan, yang dapat menyebabkan stunting.

Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik juga dapat menyebabkan stunting. Air yang tidak bersih dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atau diare, yang dapat menyebabkan kurang gizi dan malnutrisi. Sanitasi yang buruk juga dapat menyebabkan infeksi, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Infeksi juga merupakan penyebab stunting. Infeksi berulang seperti infeksi saluran pernapasan atau diare dapat menyebabkan anak-anak kehilangan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang sehat. Infeksi juga dapat menyebabkan anak-anak mengalami demam yang berkepanjangan, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Faktor sosial ekonomi juga dapat menyebabkan stunting. Keluarga yang miskin cenderung memiliki anak-anak yang lebih rentan terhadap stunting dibandingkan dengan keluarga yang lebih mampu. Keluarga yang miskin cenderung memiliki akses yang lebih rendah terhadap makanan yang bergizi, air bersih, sanitasi, dan perawatan kesehatan.

beras