Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berharap Sembuh untuk Biaya Sekolah Cucu, Sapi Warga Ngawi Mati

Berharap Sembuh untuk Biaya Sekolah Cucu, Sapi Warga Ngawi Mati

beras

Berita Baru, Ngawi – Ningsih (59) warga Desa Pacing, Padas, Ngawi, Jawa Timur tak kuasa menahan tangis. Seekor sapi indukan miliknya mati pada Sabtu (2/7/2022).

Sapi berusia sekitar dua tahun itu terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Tragisnya, sapi itu baru saja melahirkan anak berusia 30 hari.

Tangisan Ningsih semakin menjadi ketika dia melihat sapinya diseret delapan orang tetangga dan kerabat untuk dikuburkan di belakang rumah. Dia tak tega melihat sapi yang sudah dipelihara sejak lahir itu mati.

Selain sudah sayang dengan ternaknya, dia juga hendak menjual ternak itu untuk biaya sekolah cucunya di kemudian hari. Sayangnya, sapi itu mati usai terjangkit PMK.

Ningsih menyebut jika sapinya sakit sejak dua minggu silam. Dia rela tidak tidur demi merawat sapinya. Tiap hari dia menyeka sapinya dengan air hangat, memberinya air gula dan madu.

Dia juga memberi sapinya obat agar segera membaik. Dia juga sempat meminta dokter hewan untuk melakukan pengobatan pada sapinya.

“Sejak sapi itu lahir sudah saya pelihara. Saya tidak tidur untuk mengobati sapi saya. Saya sudah panggilkan dokter hewan untuk menyuntik, tapi hari ini mati. Padahal anaknya yang berumur 30 hari masih harus disusui,” kata Ningsih berurai air mata, Sabtu (2/7/2022).

Sejak sapi itu jatuh sakit, Ningsih tak berniat menjual atau memotong paksa. Dia tak tega karena sudah dipelihara beberapa tahun dan berharap sapinya sembuh karena ingin menjual ternaknya ketika cucunya butuh biaya sekolah.

“Mau dipotong paksa saya juga tidak tega. Saat mati kemudian diseret untuk dikuburkan saja gak tega melihatnya. Kalau dijual ya kira-kira laku Rp12 juta,” kata Ningsih.

Saat ini tiga ekor sapi miliknya masih dalam kondisi sakit. Dia mengharap ada bantuan pemerintah untuk para peternak seperti dirinya agar bisa mendapatkan bantuan. Terutama vaksin ataupun pengobatan agar ternak mereka bisa sembuh.

Untuk diketahui, per 2 Juli 2022 ada sebanyak 568 ternak di Kabupaten Ngawi yang terjangkit PMK berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi. Total 72 ekor sembuh dan 3 ekor mati.

beras