Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gelar Tukar Tutur Sastra, Hiski Gandeng Tiga Ketua Komisariat Wilayah Jawa Tengah

Gelar Tukar Tutur Sastra, Hiski Gandeng Tiga Ketua Komisariat Wilayah Jawa Tengah



Berita Baru, Jakarta – Himpunan Sarjana – Kesusastraan Indonesia (Hiski) gelar Tukar Tutur Sastra bersama tiga Ketua Komisariat Hiski UST-UTY, UNS, dan Balai Bahasa Yogyakarta pada Sabtu, (13/01) via Zoom Meeting.

Sebagai moderator, Dr. Endah Imawati, M.Pd membuka acara dan memperkenalkan para narasumber dan topik yang akan dibahas. Acara dilanjutkan dengan sambutan Wakil Ketua Umum II Hiski, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum.

Ia menjelaskan bahwa Tukar Tutur Sastra adalah acara yang dicanangkan Ketua Umum Hiski, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum untuk menyambung silaturrahim antarketua komisariat.

“Sebagai wadah berkegiatan bersama dan tempat diskusi antarkomisariat, acara ini dimaksudkan untuk melihat persoalan-persoalan tentang kesusasteraan yang ada di wilayah regional masing-masing,” ujarnya.

Gelar Tukar Tutur Sastra, Hiski Gandeng Tiga Ketua Komisariat Wilayah Jawa Tengah

Farida berharap pihaknya dapat melakukan satu pemetaan tentang kesusasteraan Indonesia. Ia menambahkan, nantinya pemetaan tersebut dapat mempermudah dalam melakukan pembinaan dan menavigasi problematika kesusasteraan di Indonesia.

Pembicaraan pertama, Sudartomo Macaryus, M.Hum. (Ketua Komisariat UST-UTY) mempresentasikan materi berjudul “Sastra Pendidikan di Lingkungan Taman Siswa”. Ia mengatakan bahwa sastra pendidikan di lingkungan Taman Siswa diformulasikan dengan menggunakan kaidah-kaidah estetika bunyi.

“Formulasi secara estetis berpotensi untuk menyandikan pesan, memudahkan mengingat pesan dan mengekspresikan keindahan,” terangnya.

Ia juga menambahkan nilai pendidikan terbangun melalui proses dan isi yang dikemas menggunakan kaidah-kaidah estetis, khususnya bunyi.

“Pola formulasi berpotensi dikembangkan untuk menandai setiap gejala, peristiwa dan produk. Seperti buku dan media pendidikan,” tuturnya.

Berlanjut ke pembicara kedua, Prof. Bani Sudardi (Ketua Komisariat UNS) memaparkan materi berjudul “Sastra dan Motif Batik”. Ia menjelaskan keterkaitan batik dengan kesusasteraan, termasuk beragam motif batik dan muatan sastrawi yang melatarbelakanginya.
Secara garis besar batik dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu batik keraton, batik petani, dan batik pesisir. Ketiga berasal dari batik keraton. Namun ketika berada di lingkungan berbeda, maka batik dapat mengembangkan nilai-nilai yang sesuai dengan lingkungannya.

Sementara itu, pembicara ketiga Dr. Ratun Untoro, M.Hum. (Ketua Komisariat Balai Bahasa Yogyakarta) menjelaskan presentasi yang berjudul “Sastra dalam Proses Kreatif Dalang Cilik”. Ia menyoroti perjalanan proses kreatif dalamg cilik dan bagaimana teknis penyesuaian-penyesuaiannya. Sebelum mencapai tataran ini, dalang cilik sudah berbekal 45% ilmu pedalangan, seperti halnya: mengenal karakter tokoh wayang dan nada suaranya; menguasai cara memegang dan memainkan wayang sesuai karakter; menguasai keprakan dan dodogan; mengenal bunyi gamelan; mampu menyelaraskan diri dengan gamelan, keprakan-dodogan, gerakan wayang, dialog, narasi, suluk; dan mampu melisankan teks berbahasa Jawa.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara audiens dan narasumber dipandu oleh moderator. Sampai akhir acara, webinar ini diikuti oleh 180-an peserta. Sebagai informasi, acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Tribun Network dan dapat ditonton ulang.

Gelar Tukar Tutur Sastra, Hiski Gandeng Tiga Ketua Komisariat Wilayah Jawa Tengah

beras