Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Elektabilitas Anies Stagnan, Prabowo dan Ganjar Meningkat

Elektabilitas Anies Stagnan, Prabowo dan Ganjar Meningkat



Berita Baru, Jakarta – Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei mengenai calon presiden yang tetap mengerucut pada tiga nama yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Ketiga nama itu memiliki elektabilitas yang fluktuatif. Pada survei kali ini yang digelar pada periode 1-6 Desember 2022, elektabilitas Anies stagnan dan cenderung menurun.

“Polanya tidak berubah. Nomor satu Ganjar, nomor dua Anies, nomor tiga Pak Prabowo. Anies agak sedikit stagnan elektabilitasnya di bulan Desember. Ganjar dan Pak Prabowo naik,” kata Burhanuddin dalam pemaparannya yang dilakukan secara virtual pada Rabu (4/1/2023).

Apabila diamati tren elektabilitas, Ganjar dan Prabowo mengalami kenaikan dari November 2022. Di November 2022, Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 33,9 persen kemudian naik di Desember 2022 sebesar 35,8 persen.

Sedangkan Prabowo meski berada di peringkat dasar dari tiga nama calon presiden unggulan hasil survei. Namun, elektabilitasnya mengalami peningkatan dari November sebesar 23,9 naik menjadi 26,7 persen.

Hal itu berbanding terbalik dengan Anies yang pada November 2022 memiliki elektabilitas 32,2 persen dan berdekatan secara peringkat dengan Ganjar Pranowo. Namun, kemudian turun pada Desember 2022 menjadi 28,3 persen.

Meningkatnya elektabilitas Ganjar dan Prabowo serta menurunnya suara Anies Baswedan berkaitan erat dengan kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu berimbas pada capres yang berada dalam satu kabinet dengan Jokowi seperti Prabowo dan gubernur yang berada dalam satu partai seperti Ganjar.

“Ketika approval Presiden naik di bulan Desember, itu yang meningkat elektabilitasnya yang meningkat itu Ganjar dan Prabowo, yang turun elektabilitasnya Anies, tapi ketika elektabilitas meningkat itu terjadi ketika approval Presiden turun,” ujarnya.

Survei yang dilakukan Indikator menggunakan sampel suara sebanyak 1.220 orang. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

beras