Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gelar Rapat Kerja, DEMA FITK UIN Malang Beri Gagasan Baru Untuk Kembalikan Budaya Ilmiah Mahasiswa Pendidikan

Gelar Rapat Kerja, DEMA FITK UIN Malang Beri Gagasan Baru Untuk Kembalikan Budaya Ilmiah Mahasiswa Pendidikan

beras

Berita Baru, Malang – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang menggelar rapat kerja yang dilaksanakan pada selasa (5/7), Pagi.

Riza Ummami, Ketua DEMA FITK Periode 2022 menuturkan dari total pengurus yang berjumlah 37 anggota. Namun, yang bisa hadir hanya 31 orang yang hadir secara offline di Gedung C UIN Malang. “Enam lainnya berhalangan hadir” jelasnya.

Riza menambahkan, bahwa rapat kerja DEMA FITK tidak begitu lama. Pasalnya, rapat berlangsung dari pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB.

“Memang tidak lama, karena sebelum rapat kerja hari ini berlangsung, kami sudah melaksanaakan koordinasi pra-raker sebanyak tiga kali untuk mematangkan draft persidangan” jelasnya.

Pembahasan pra rapat kerja Ia menambahkan, mengkaji tentang Grand design, Job description serta analisis kebutuhan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Koordinasi pra-raker tersebut Riza Ummami ingin, Pengurusnya bisa bekerja sesuai tugas dan fungsi di setiap departemennya.

“Sehingga bisa merumuskan program kerja dengan baik serta mampu berjalan selaras dan bersinergi kedepannya”
tuturnya.

Tak cuma itu, kajian akademis dan peningkatan potensi mahasiswa, kata Riza menjadi program unggulan dalam satu periode kedepan.

“Mengingat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan adalah fakultas yang notabene-nya adalah pendidikan maka harus ada gagasan baru untuk mengembalikan kultur ilmiah mahasiswa FITK” terangnya.

Selain itu, program kerja yang menjadi core kepengurusan periode ini adalah Sekolah Riset dari Departemen Pengembangan Riset dan Potensi Mahasiswa (PRPM).

Riza berharap dengan diadakannya program ini mampu menumbuhkan literasi pendidikan mahasiswa FITK serta menghidupkan nalar kritis mahasiswa melalui kajian dan riset ilmiah yang tidak diperoleh dibangku perkuliahan.

“Saya ingin mahasiswa FITK dan secara khusus Pengurus DEMA FITK bisa lebih responsif dan akademis dalam menyikapi isu pendidikan yang ada” tandasnya.

beras