Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Bantu Pemasaran Penjualan Depot Sate Gule Banyuwangi 1

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Bantu Pemasaran Penjualan Depot Sate Gule Banyuwangi 1

Berita Baru Jatim, Bondowoso — KKN III Back To Village Universitas Jember kembali digelar.

KKN Back To Village merupakan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Jember.

Dimas Brilyan Haekal, mahasiswa Fakultas Hukum, peserta KKN BTV 3 UNEJ membantu pemilik depot sate gule Banyuwangi 1, Ibu Amaliyah yang bertempat di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso.

Dimas berpendapat bahwa bidang usaha yang cukup merasakan dampak dari adanya PPKM Pandemi Covid-19 salah satunya adalah usaha kuliner.

“Penetapan lockdown atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diterapkan secara ketat oleh pemerintah tersebut sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama bagi pengusaha yang bergerak di bidang kuliner. Di mana usaha mereka yang membutuhkan konsumen untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung, dan pada pandemi ini hal tersebut (tatap muka) tidak diperbolehkan yang menyebabkan penurunan omset yang sangat drastis,” jelas Dimas, Jumat, (10/09).

Berita Terkait :  Lesbumi Jember Gelar Diskusi Pemikiran KH Achmad Siddiq

Dimas juga mengatakan bahwa penurunan pemasukan yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 tersebut sangatlah drastis. Pengusaha sate gule mengalami penurunan omset sekitar 70%-80%.

Hal tersebut disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang teknologi, kurangnya promosi dan strategi penjualan yang bersifat digital atau online.

“Dari permasalahan yang dihadapi tersebut muncul ide-ide dan strategi penjualan dengan memanfaatkan teknologi digital atau lebih dikenal dengan media online. Dengan memanfaatkan media oline seperti contohnya dengan melakukan promosi-promosi secara online tersebut nantinya lebih banyak lagi masyarakat akan lebih sadar terhadap produk yang dipasarkan, dan diharapkan akan membawa konsumen-konsumen dari berbagai kalangan untuk menikmati produk,” tutur Dimas.