Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemberdayaan UMKM Melalui Pengenalan dan Penerapan Digital Marketing dan Branding

Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemberdayaan UMKM Melalui Pengenalan dan Penerapan Digital Marketing dan Branding

Berita Baru Jatim, Jember – M. Wafiq Saiful Rijal Abrori, salah satu mahasiswa peserta KKN Back to Village Universitas Jember melaksanakan Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19.

Pelaksaan program tersebut berlokasi di Desa Sumberdanti, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Adapun wirausaha masyarakat yang dimaksud yaitu Olif Sablon, sebuah UMKM yang bergerak di bidang jasa penyablonan kaos, umbul-umbul, kemasan produk, dan sebagainya.

Kegiatan KKN Back to Village Universitas Jember periode ketiga ini berlangsung sejak tanggal 11 Agustus 2021 s.d. 9 September 2021.

“UMKM termasuk salah satu kelompok ekonomi yang rentan di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tak sedikit pegiat UMKM pada akhirnya terpaksa gulung tikar akibat semakin menyusutnya omset atau pendapatan mereka,” ungkap Wafiq, Sabtu (28/08).

Terbatasnya mobilitas masyarakat di masa pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya jumlah konsumen, sehingga berdampak pula pada penurunan omset wirausaha. Wafiq juga menyebutkan penurunan omset UMKM Olif Sablon dapat mencapai 50% dalam sebulan, dibanding omset yang biasa diperoleh sebelum adanya pandemi.

“Masalah menjadi lebih besar karena sejauh ini UMKM Olif Sablon hanya mengandalkan pendapatan dari jasa penyablonan, serta kurang maksimal dalam mempromosikan usahanya yang masih konvensional dan belum memanfaatkan teknologi internet,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Tagih Janji Pemkab, PMII Pasuruan Desak Segera Tuntaskan Kasus HAM

Menanggapi hal ini, Wafiq berencana melakukan program optimalisasi potensi dan peluang yang bisa dicapai oleh UMKM Olif Sablon melalui penerapan digital marketing dan branding. Digital marketing akan menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus bertransaksi secara tatap muka, serta branding akan membuka peluang baru bagi UMKM Olif Sablon untuk memproduksi dan memasarkan kaos sablon dengan brand/merek sendiri.

Tujuan pokok dari program ini tentu saja meningkatkan nilai omset yang bisa diperoleh UMKM Olif Sablon dengan semaksimal mungkin. Jenis-jenis kegiatan dalam program ini diantaranya, observasi dan pemetaan masalah, pengenalan dan penerapan digital marketing dan branding, membuat brand/merek kaos sablon sendiri, serta memproduksi kaos sablon dengan brand sendiri dan memasarkannya.

Wafiq berharap dengan diterapkannya program ini UMKM Olif Sablon akan lebih bekembang dalam mempromosikan usahanya, dengan jangkauan pasar yang lebih luas. Di samping itu, selain jasa sablon nantinya juga memiliki brand kaos sablon produksi sendiri yang dipasarkan sebagai omset tambahan.

“Seiring semakin berkembangnya UMKM Olif Sablon, tidak menutup kemungkinan juga jika pada suatu saat wirausaha ini mampu menyerap tenaga kerja khususnya pemuda-pemuda di Desa Sumberdanti. Sebab sejauh ini UMKM Olif Sablon hanya dikerjakan sendiri oleh pemilik,” pungkas Wafiq.