Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN UNEJ Melakukan Sosialisasi Peduli Sampah Secara Door to Door
Dok. Foto: Mahasiswa KKN UNEJ melakukan sosialisasi peduli sampah dari rumah ke rumah.

Mahasiswa KKN UNEJ Melakukan Sosialisasi Peduli Sampah Secara Door to Door

Berita Baru, Bondowoso – Sampah merupakan permasalahan serius yang menimpa Indonesia bahkan dunia. Menanganinya pun bukan perkara mudah. Ia membutuhkan sumber daya, kesadaran masyarakat, dan waktu yang cukup lama. Seperti yang terjadi di Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso.

Di desa yang berada di sebelah selatan Kabupaten Situbondo ini, masih terdapat sampah yang tidak terolah dengan baik dan berdampak pada penumpukan sampah di sekitar area sungai yang menyebabkan selokan meluap saat hujan tiba.

Kondisi itu perlu disikapi dengan serius, salah satunya yang dilakukan oleh Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 306 Universitas Jember yang berupaya menyikapi dengan pengolahan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Program yang diberi nama Peduli Sampah ini bertujuan untuk meminimalisir permasalahan sampah di Desa Cangkring.” Kata Rama Kusuma Sumantri, Kordes Kelompok KKN 306 Universitas Jember.

Penumpukan sampah, kata Rama dapat dihindari. Ia mengatakan hal pertama yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan pemilahan sampah. Rama menerangkan pemilahan sampah merupakan kegiatan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis, jumlah dan sifat sampah.

Pemilahan sampah dikelompokkan menjadi 2, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik (degradable) merupakan sampah yang dapat membusuk dan terurai, misalnya sisa makanan, daun kering, sayuran, dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganik (undegradable) merupakan sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai, misalnya botol plastik, kertas dan karton bekas, kaleng bekas, dan lain-lain.

Mahasiswa KKN UNEJ Melakukan Sosialisasi Peduli Sampah Secara Door to Door
Dok. Foto: Mahasiswa KKN UNEJ mempraktikkan pemilahan sampah kepada masyarakat Desa Cangkring.

Waskito Teddy, penanggung jawab program peduli sampah KKN 306 UNEJ, menuturkan edukasi pemilahan sampah merupakan langkah awal yang dibutuhkan untuk mengenalkan jenis-jenis sampah kepada masyarakat. Pasalnya, tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan sampah.

“Dengan demikian, mahasiswa KKN 306 UNEJ melakukan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik secara door to door ke rumah-rumah warga agar pengolahan sampah menjadi lebih teratur dan terorganisir. Sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2022,” katanya. Teddy menerangkan kegiatan pemilahan sampah ini merupakan kegiatan yang bermanfaat untuk merangsang kepekaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Tujuan pemilahan sampah, ia melanjutkan, agar sampah dapat diolah kembali menjadi barang yang berguna. Di samping itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.

Pasalnya sampah yang menumpuk dapat menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan. Teddy menegaskan pencemaran udara dapat menimbulkan masalah kesehatan, terutama yang berhubungan dengan paru-paru dan pernapasan.

“Keuntungan pemilahan sampah salah satunya yaitu dapat menambah nilai ekonomi dari hasil sampah yang terpilah, contohnya yaitu dengan memanfaatkan sampah organik yang dipilah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan eco enzyme,” imbuhnya.

Luna, salah seorang warga Desa Cangkring menuturkan bahwa kegiatan pemilahan sampah merupakan kegiatan yang bermanfaat untuk merangsang kepekaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Ia berharap ada petugas yang mengambil sampah di lingkungan masyarakat. Menurutnya masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan dibakar karena tidak ada petugas kebersihan.

“Saya bersedia apabila diadakan pengambilan sampah dengan iuran per bulan seperti di kota. Tidak masalah jika saya membayar iuran tiap bulan yang penting lingkungan di sekitar saya ini bersih,” ujarnya.

beras