Menyaksikan Patah Hati

(Foto: Instagram @nananggirhamka

MENYAKSIKAN PATAH HATI

oleh: Tri Astoto Kodarie

Dari malam menjelma suara serak yang mlipir
di sepanjang jalanan, bahkan seribu kota
tak lelah mengucap dari bekunya bibir
nasib masih saja setia menggelantung di mata

Bukan hanya mengejar nasib dan hidup
dari satu sudut ke sudut jalanan dengan cahaya meredup
bahkan merangkai langkah tak lelah
sambil mencatat patah hati yang tak boleh kalah

Engkau bercerita tentang stasiun ingatan
pertemuan dan perpisahan yang menyakitkan
hanya semuanya selalu menjadikan kenangan
bait-bait kidung sambil menapaki hari yang menyenangkan

Menyaksikanmu patah hati seperti meneguk segelas kopi
pagi hari dan sisa mimpi yang terus berlagu tanpa tepi
hidup bukan sekedar menghitung berapa senja berpamit
tapi syukur menjadi isyarat cinta dari langit

Kini menjadi kasih yang dilahirkan di ribuan kota
walau itu tanpa nama, tanpa harus mengucapkan cinta
perjalanan tak lagi harus menyusur nasib dan lelah
sebab cinta dari langit telah memberimu istirah.

                    Parepare, 2020
Tri Astoto Kodarie, lahir di Jakarta, 29 Maret. Buku puisinya yang telah terbit: Nyanyian Ibunda, Hujan Meminang Badai, Merangkai Kata Menjadi Api, Kitab Laut. Beberapa antologi puisi bersama. Bermukim di Parepare, Sulawesi Selatan.
Alamat: Jl. Atletik No. 22 PAREPARE 91111, Sul Sel
HP. 08124240423 E-mail : astotosaja@yahoo.co.id

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini