Berita

 Network

 Partner

One Pesantren One Product

One Pesantren One Product

Berita Baru Jatim, Lumajang – Perkembangan zaman semakin pesat memaksa santri untuk terus maju dan berdaya dengan skill dan entrepreneur yang mampu mengelola potensi yang ada di lingkungan pesantren. Pendidikan agama dan umum menjadi bekal santri dalam menjalankan roda usaha untuk tetap berdaulat secara ekonomi.

Berangkat dari hal tersebut tagline “Dari Santri, Oleh Santri, Untuk Santri” menjadi nilai dan spirit yang dipegang oleh Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang. Melalui Kopontren PP. Kyai Syarifuddin beberapa usaha digarap. Antara lain dua mini market dan dua percetakan. Dengan produk unggulan kripik nangka dan salak.

Ketua Yayasan PP. Kyai Syarifuddin Lumajang, KH. Dr. Abdul Wadud Nafis, Lc. M.E.I mengatakan tujuan koperasi pesantren yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin ialah untuk melatih santri yang terampil agar menjadi pengusaha-pengusaha yang tangguh. “Ketika pulang ke rumah menjadi pengusaha yang hebat,” dikutip Beritabaru.co dari Chanel YouTube OPOP JATIM TV, Kamis (23/9).

Pondok Pesantren Syarifuddin, menurutnya akan menjadi pondok peantren yang mandiri, sehingga mampu berkembang sempurna dan baik tanpa bantuan dari pihak luar. Upaya memperkenalkan produk ke masyarakat telah dilakukan.

“Kami melakukan promosi yang baik dan efektif. Baik melakukan kerjasama dengan wali murid, alumni dan antar pondok pesantren,” imbuhnya. Dengan memaksimalkan media sosial menjadi salah satu strategi yang diupayakan. “Namun yang terpenting memberikan pelayanan yang maksimal.”

Berita Terkait :  Bupati Banyuwangi Jenguk I Wayan Sastra Seniman Perupa

Sementara omset yang dikembangkan pondok pesantren ini berkembang dengan baik. “Rata-rata angka setiap bulan mencapai angka 10 sampai 12 juta. Maka dalam satu tahun kami mendapatkan 120 juta sampai 130 juta pertahun,” katanya.

Alumni Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, lanjut KH. Abdul Wadud, memiliki peran besar dalam pengembangan produk koperasi pondok pesatren. Salah satunya, membantu dalam menyiapkan bahan baku baik berupa nangka atau bahan baku yang lain sehingga bahan baku produksi tercukupi.

“Kami juga berharap alumni membantu mempromosikan atau bahkan yang mempunyai toko atau pondok pesantren untuk menjualkan produk kopontren,” lanjutnya.

Terakhir KH. Abdul Wadud berterimaksih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parrawansa atas perhatianya kepada Pondok Pesatren Kyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang khususnya untuk pengembangan ekonomi UMKM pesantren melalui OPOP JATIM.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa Jawa Timur gudangnya Pondok Pesantren dan gudangnya pembinaan para santri. “Kita mengenal pendidikan di berbagai pesantren, kita mengenal kekuatan dakwah dari pesantren. Hari ini kita juga melihat geliat ekonomi berbasis pesantren “One Pesantren One Product” atau OPOP Jatim,” tuturnya.

Khofifah menjelaskan ada tiga pilar, yakni ada Santripreneur, Pesantrenpreneur, Sosiopreneur. Ia mengajak untuk membeli semua produk usaha pesantren. “Mudah-mudahan One Pesantren One Product sukses, dan memberikan Kemanfaatan serta keberkahan bagi kita semua.”