Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pengelolaan Sampah di Banyuwangi Didukung Norwegia
(dok. foto: Instagram @ipukfdani)

Pengelolaan Sampah di Banyuwangi Didukung Norwegia

Berita Baru, Banyuwangi – Pemerintah Norwegia terus mendukung pengelolaan sampah secara terpadu di Kabupaten Banyuwangi.

Wakil Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Bjornar Hotvedt secara khusus bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rencana pengembangan lebih lanjut berbagai program pengelolaan sampah di Banyuwangi. 

Sebelumnya, selama hampir 5 tahun, Pemerintah Norwegia bersama korporasi Borealis dari Austria mendukung NGO Systemiq untuk melakukan pendampingan masyarakat Kecamatan Muncar Banyuwangi dalam pengelolaan sampah.

Program tersebut akan diperluas cakupannya ke kecamatan lain dan membangun pusat daur ulang sampah di Songgon. 

“Sejak 2018 Project STOP project semakin besar. Kami sangat bangga bisa menjadi mitra di Banyuwangi untuk pengelolaan sampah. Saya melihat banyak pihak yang dilibatkan dalam menyelesaikan masalah sampah secara komprehensif,” kata Bjornar dilansir dari Sinergi Jatim.com.

Tahap kedua telah kami perluas ke banyak daerah di Banyuwangi. Saya sangat mengapresiasi Banyuwangi yang melibatkan pastisipasi masyarakat dalam penanganan sampah. Karena keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini,” imbuhnya.

Hotvedt menambahkan, pihaknya sejak tahun 2019 bekerjasama dengan pemerintah RI membuat Sekretariat Nasional Penanganan Sampah Laut di Jakarta.

Untuk memperluas kerjasama tersebut,  Norwegia mengajak beberapa pemerintah daerah untuk ikut terlibat.

Banyuwangi ingin kami jadikan percontohan, sebab proyek terbesar kami ada di Banyuwangi,” beber Hotvedt.

Sementara itu, Bupati Banyuangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasihnya karena dapat membantu masalah penanganan sampah di Banyuwangi. “Apa yang dilakukan Norwegia bersama dua NGO telah membawa perubahan signifikan, terutama bagi masyarakat Muncar,” ujar Ipuk.

Dia menambahkan, Banyuwangi punya beberapa program terkait pengelolaan  sampah untuk anak-anak, yakni program Sekolah Asuh Sungai. Dimana siswa dan pihak sekolah diberi tanggung jawab memelihara kebersihan sungai di sekitar sekolahnya.

Selain juga ada program Banyuwangi Hijau yang bekerja sama dengan PT. Systemiq Lestari Indonesia untuk penanganan sampah di kecamatan serta program kaliku Bersih. “Terima kasih kepada pemerintah Norwegia yang telah mendukung dan menginspirasi kami. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa terus berlanjut,” pungkas Ipuk.

beras