Berita

 Network

 Partner

Peringati Hari Tani Nasional, Mahasiswa Segel Ruang Paripurna DPRD Lamongan

Peringati Hari Tani Nasional, Mahasiswa Segel Ruang Paripurna DPRD Lamongan

Berita Baru Jatim, Lamongan – Ratusan mahasiswa bersama Serikat Anak Petani Indonesia menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada Jumat (24/9/2021) di depan kantor DPRD Lamongan dan kantor Pemkab Lamongan.

Aksi yang diawali dengan upacara seremonial di tugu bandang lele Lamongrejo, ratusan mahasiswa mengarak patung orang-orangan sawah menuju kantor DPRD Lamongan dibarengi aksi teatrikal 3 mahasiswa yang mengecat seluruh tubuhnya sebagai bentuk kekecewaan terhadap penindasan petani.

Dalam orasinya, Yusuf Effendi selaku ketua PK PMII UNISDA menyampaikan tegakan reforma agraria sejati, tolak monopoli lahan terhadap petani, tegakan AMDAL, stop alih fungsi lahan serta laksanakan perda yang berpihak pada petani.” Sampai saat ini tidak mempunyai sedikitpun jaminan kesejahteraan dari pemerintah.”

Sementara itu pihak DPRD Lamongan tidak satupun yang menemui masa aksi dikarenakan sedang melakukan kunjungan kerja. Hal tersebut di sampaikan oleh staf sekretariatan DPRD saat menemui demonstran.

“Kita muak berapa kali turun aksi tapi lagi lagi kita tak ditemui, padahal surat sudah kita kirim 4 hari sebelumya dengan harapan aspirasi kami dapat didengar langsung tapi kenyataanya kita beberapa kali terkesan diremehkan, ” tandas Amir Mahfud ketua DPC GMNI Lamongan.

Berita Terkait :  KPU Lamongan Tetapkan Calon Terpilih Pilkada 2020

Aksi sempat memanas karena kecewa, demonstran akhirnya masuk memeriksa kedalam gedung serta menyegel ruang paripurna DPRD Lamongan dengan patung orang-orang sawah yang dibawa lengkap dengan tulisan “Gedung ini Disegel oleh Petani Lamongan.”

Setelah menyegel kantor demonstran bergerak menuju kantor Pemkab Lamongan dengan harapan bisa bertemu dengan bupati Lamongan. Lagi-lagi pil pahit harus ditelan karena menurut keterangan, bupati Lamongan sedang tugas luar di Surabaya. Demonstran hanya ditemui pihak perwakilan asisten bupati yang juga membubuhkan tanda tangan pada pakta intergritas yang dibawa.

Masa akhirnya membubarkan diri karena sudah memasuki waktu sholat Jum’at. Masa berjanji akan kembali gelar aksi dengan masa yang lebih besar serta untuk bertemu langsung dengan bupati dan ketua DPRD Lamongan.