Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Peserta KKN BTV II Unej Berikan Pelatihan Pengembangan UMKM Molen Pisang Kekinian
dok. foto: Moh. Fahmi Muzakki

Peserta KKN BTV II Unej Berikan Pelatihan Pengembangan UMKM Molen Pisang Kekinian

beras

Berita Baru, Lamongan – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memiliki dampak pada tiap sendi kehidupan sosial masyarakat, baik pendidikan, politik, ekonomi dan lain sebagainya. Pandemi Covid-19 nampaknya tidak menyurutkan nyali dan semangat para dosen dan mahasiswa untuk tetap mengabdi dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat yang sesuai dengan tridharma perguruan tinggi.

Universitas Jember (UNEJ) mengusung tema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back To Village (BTV) II yang dilaksanakan selama 45 hari. Kegiatan ini diselenggarakan di masing-masing wilayah tempat tinggal para mahasiswa. Moh. Fahmi Muzakki, mahasiswa UNEJ yang tergabung dalam KKN BTV II Kelompok 12, didampingi dosen pembimbing Edi Hariyadi, membantu meningkatkan perekonomian UMKM yang memproduksi molen pisang yang berlokasi di Desa Mayong Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Fahmi memberikan wajah baru terhadap UMKM molen pisang yang dianggapnya mempunyai potensi yang cukup bagus untuk di kembangkan.

“UMKM yang menjadi sasaran saya kali ini memiliki potensi yang bagus dari segi jenis produk dan kualitas produk yang dimiliki secara permintaan pasar, hanya saja pelaku UMKM masih belum optimal dalam pengembangan usaha dikarenakan pelaku usaha masih belum memiliki bekal terkait manajemen bisnis yang baik”, ungkap Fahmi.

“Sangat disayangkan apabila sudah memiliki produk yang baik namun tidak dikembangkan, adapun permasalahan lain yang dimiliki yakni dalam segi pemasaran pelaku usaha masih belum beradaptasi pada digital marketing yang tersedia saat ini,” tambahnya.

Usaha molen pisang yang dimiliki oleh Rahmad selaku sasaran peserta KKN merupakan usaha rumahan yang berdiri sejak awal tahun 2021. Usaha ini merupakan usaha yang didirikan oleh pelaku usaha di tengah pandemi untuk meningkatkan perekonomian keluarga yang sedang terdampak pandemi Covid-19.

“Perekonomian keluarga saya sangat terdampak akibat pandemi ini, terlebih lagi biaya untuk bertahan hidup yang meningkat khususnya kebutuhan untuk kesehatan. Alhasil saya berupaya mendirikan usaha sesuai kemampuan saya untuk membantu perekonomian keluarga saya,” ujar Rahmad.

Fahmi yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian menyusun program KKN untuk membantu mengembangkan usaha yang dimiliki Rahmad. Fahmi memberikan beberapa pelatihan terhadap pelaku usaha. Di antaranya yakni pelatihan manajemen bisnis, pelatihan branding produk, serta pelatihan digital marketing.

Selain membuat kegiatan yang berbentuk pelatihan, Fahmi juga membantu menyusun desain brand mulai dari nama brand dan logo brand yang di sesuaikan dengan keinginan dari pelaku usaha.

“Program yang saya berikan kepada sasaran, saya sesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha untuk melakukan pengembangan usaha yang dimiliki. Pelatihan-pelatihan yang saya berikan adalah upaya untuk meningkatkan wawasan serta memberikan bekal yang di butuhkan untuk pengembangan usaha”, ujar Fahmi.

“Selain itu, saya juga menyusun desain brand secara keseluruhan mulai dari nama hingga logo untuk membangun karakteristik usaha yang di miliki, saya juga membantu menyusun desain produk yang di miliki dari segi tampilan produk hingga desain kemasan produk”, tambahnya.

Fahmi menjelaskan bahwa desain brand merupakan pondasi utama untuk melakukan pengembangan usaha selain itu juga dia ingin usaha yang di miliki ini dapat memiliki kebermanfaatan terhadap sekitarnya. Fahmi juga berharap bahwa UMKM yang dimiliki oleh Rahmad ini dapat berkembang lebih maju di masa pandemi ini untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.

beras