Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PMII Nurul Jadid Gelar Nobar dan Diskusi Film Silat Tani

PMII Nurul Jadid Gelar Nobar dan Diskusi Film Silat Tani

Berita Baru, Probolinggo – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nurul Jadid menggelar nonton bersama dan Diskusi film Silat Tani. Acara yang bertempat di Pondok Mahasiswa PP. Nurul Jadid tersebut berjalan dengan lancar, Selasa (09/08/2022) malam.

Silat Tani merupakan film dokumenter perdana besutan Ekspedisi Indonesia Baru. Film tersebut merekam pertarungan petani di Jawa menghadapi tengkulak, perusahaan yang mencemari air, kebijakan yang menyebabkan banjir, pemerintah yang menggusur hingga perubahan iklim.

Setelah nonton bersama selesai, acara tersebut langsung berlanjut ke sesi diskusi. Dalam sesi ini para kader organisasi biru-kuning menceritakan kondisi sektor pertanian di setiap wilayah masing-masing.

Badrul Nurul Hisyam, Ketua Komisariat PMII Unuja, mengatakan tujuan dari diadakannya acara tersebut yakni meningkatkan kesadaran mahasiswa khususnya kader PMII terhadap sektor pertanian. Lebih-lebih pada hari ini, Badrul melanjutkan, sektor tersebut mengalami krisis yang disebabkan oleh hal internal maupun eksternal.

Pria asal Kabupaten Probolinggo tersebut menjelaskan secara internal lahan pertanian terus mengalami penyusutan disertai dengan jumlah petani yang berkurang. Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani sendiri.

“Persekusi dan kriminalisasi sering terjadi ketika petani mempertahankan lahannya,” imbunya.

Mi’rojul Ulum, Kader PMII Rayon Ibnu Firnas yang mengikuti acara tersebut mengatakan bahwasannya film tersebut sangat bermanfaat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

“Saya mengetahui bagaimana permasalahan di sektor pertanian,” ujarnya.

Ulum, sapaan akrabnya, melanjutkan persoalan yang kompleks dalam sektor pertanian tercemin dalam film tersebut. Harga dari hasil pertanian yang gagal karena terdampak dari banjir. Perampasan lahan yang terjadi di akar rumput.

“Dan kebijakan pemerintah yang kurang berpihak kepada petani,” tegasnya.

beras